Akbar Faizal Ajak Ratusan Mahasiswa STIE Amkop Melek Politik

MAKASSAR, LiputanLIMA.com – Anggota DPR RI Komisi III, Akbar Faizal melakukan penyerapan aspirasi di luar masa reses dengan tema “Reposisi Mindset Mahasiswa di Era Globalisasi” yang digelar di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Amkop, Makassar, Sabtu (20/1/2018).

Ratusan mahasiswa dari berbagai jurusan hadir sebagai peserta danjuga turut dihadiri Koordinator Kopertis IX Sulawesi, Prof Jasruddin dan Ketua STIE Amkop, Bahtiar Maddatuang.

Bahtiar Maddatuang dalam kesempatan itu mengatakan pihaknya menghadirkan Akbar Faizal selain sebagai pejabat negara, juga bertujuan agar memberi semangat dan spirit kepada ratusan mahasiswanya.

“Pak Akbar kan selain pejabat negara, mahasiswa kami juga ingin mendengarkan arahan tentang kesiapan mereka ketika telah lulus dan mencari kerja,” kata Tiar sapaannya.

“Kami juga mengucapkan terima kasih atas kehadiran Pak Prof Jasruddin, karena pasca dilantik sebagai Koordinator Kopertis IX Sulawesi, STIE Amkop yang dikunjungi pertama kali,” kata Tiar menambahkan.

Sementara itu, Akbar saat memaparkan materinya mengatakan bahwa tantangan bangsa saat ini adalah adalah maraknya peredaran narkoba dan juga terorisme.

“Saya menghimbau kepada seluruh mahasiswa STIE Amkop untuk tidak mencoba-coba yang namanya narkoba, karena begitu anda kecanduan maka berat untuk mengobatinya,” ujar putra asli Kabupaten Wajo itu.

Selain itu, Akbar juga meminta kepada seluruh mahasiswa STIE Amkop agar melek politik, sebab menurutnya semakin banyak anak muda yang bergabung ke dunia politik maka menutup ruang bagi mereka yang membuat kondisi perpolitikan di Indonesia suram.

“Kalau anda sudah tahu bahwa mereka membuat politik kita jangan diberikan kepercayaan lagi, gantikan mereka, ayo sama-sama kita bangun perpolitikan kita ini lebih baik lagi,” tutur bapak tiga anak ini.

Terakhir, Akbar meminta agar setelah sarjana para mahasiswa STIE Amkop tidak berpikir menjadi pegawai negeri sipil, sebab menurutnya negara sudah terlalu dibebani dengan biaya gaji para PNS.

“Beban negara sudah terlalu berat, jangan lagi kita turut bebankan negara dengan berlomba lomba menjadi PNS,” tutup Akbar.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *