Ijazah IYL Terbukti Asli, Isu Dinasti Menyusul?

MAKASSAR, LiputanLIMA.com – Setelah gagal menjatuhkan Ichsan Yasin Limpo lewat ijazah, para lawan politik diyakini akan terus mencari cara untuk memunculkan isu lain yang menyudutkan tokoh berjuluk “Mister Komitmen” ini.

Pengamat komunikasi politik dari Universitas Hasanuddin (Unhas), Dr Iqbal Sultan menuturkan, serangan kepada Ichsan maupun pasangannya Andi Mudzakkar (Cakka) diyakini bakal berlanjut.

Hanya saja, kecenderungan yang akan terjadi adalah isu lama yang tidak pernah terbukti bakal dimunculkan ulang dengan target mencoba menggerus kepercayaan warga kepada pasangan ini. Ataukah isu baru dengan memanfaatkan celah yang bisa dimainkan.

Menurut dia, jika isu tersebut dinilai strategis dan efektif memberikan serangan kepada Ichsan, maka harus ditanggapi. Misalnya ada isu baru yang selama ini memang belum terpublish.

“Kalau misalnya ada isu tiba-tiba baru disampaikan, tim Ichsan atau Ichsan sendiri harus memberikan tanggapan cepat. Jangan biarkan digoreng oleh lawan secara berlarut-larut,” ucapnya kepada wartawan, Kamis (1/2/2018).

Menurut dia, ada kemungkinan isu dinasti dialamatkan kepada Ichsan. Hanya saja itu adalah isu lama. Bagi Iqbal, isu dinasti ini tidak akan berpengaruh terhadap Ichsan.
Dia menjelaskan, keluarga Ichsan memang memiliki kapasitas, kapasitas dan kemampuan dalam berkompetisi dan event Pilkada.

“Dan saya kira isu dinasti ini tidak akan terlalu seksi bagi saya. Karena ini sudah diketahui banyak orang, dan tidak terbukti juga. Saya kira kasus ini tidak seksi buat masyarakat Sulsel,” ucap Iqbal.

Seperti diberitakan, salah satu isu yang digelindingkan ke publik selama beberapa hari terakhir, yakni soal ijazah IYL. Hanya saja, hasil penelusuran Bawaslu, serta klarifikasi langsung ke pihak sekolah, dipastikan jika ijazah IYL keasliannya tak perlu diragukan.

Selain ada ijazah resmi yang dipegang IYL, juga fakta dan buktinya, dokumen tersebut memang tercatat resmi di instansi terkait, terutama di sekolah yang menerbitkannya.

Ditanya langkah tepat yang harus dilakukan IYL, akademisi ini menyarankan agar tetap fokus pada sosialisasi adu ide dan gagasan. Terutama dalam meyakinkan warga mengenai program-programnya.

“Dengan cara sosialisasi yang produktif, berbicara pada visi dan misi, meyakinkan masyarakat, serta kemampuan IYL-Cakka, maka saya kira itu sudah tepat,” tandasnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *