Demokrat Takalar Minta Polri Serius Tangani Laporan SBY

TAKALAR, LiputanLIMA.com-  DPC Demokrat Takalar mengutuk keras pernyataan pengacara Setya Novanto yang menyebut mantan Presiden SBY terlibat dalam kasus mega korupsi e-KTP. Pernyataan tersebut diucapkan di luar sidang pengadilan pada tanggal 25 Januari 2018.

Firman Wijaya menilai fakta persidangan berupa keterangan saksi telah mengungkap siapa sebenarnya aktor besar di balik proyek pengadaan E-KTP. Firman berpendapat bahwa keterangan saksi proyek E-KTP dikuasai oleh pemenang pemilu pada tahun 2009 lalu, yakni Partai Demokrat dan Susilo Bambang Yudhoyono.

“Pernyataan Firman merupakan pernyataan panik yang ingin menggiring opini. Kami sangat mengutuk keras pernyataan itu,”kata Hasbullah Rahman, Sekretaris DPC Demokrat Takalar, Kamis (8/2/2018) di Kantor DPC Demokrat Takalar.

Hasbullah menambahkan bahwa pihaknya juga sangat mendukung langkah DPP untuk melaporkan Firman Wijaya.

“Iya, kami sangat mendukung sepenuhnya langkah DPP melaporkan Firman. Agar semua menjadi jelas. Tak lupa kami meminta agar Polri menangani kasus ini secara serius dan obyektif,”tandasnya.

Diketahui, Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melaporkan pengacara Setya Novanto, Firman Wijaya, ke Bareskrim Polri, Selasa (6/2/2018). SBY tiba di Bareskrim Polri sekitar pukul 16.50 didampingi Ani Yudhoyono.

“Saya sebagai warga negara yang menaati hukum, tetapi juga ingin mencari keadilan. Secara resmi hari ini saya mengadukan Sdr Firman Wijaya yang saya nilai telah melakukan fitnah dan mencemarkan nama baik saya berkaitan dengan permasalahan e-KTP,” kata SBY kepada wartawan seusai membuat laporan.

Lebih lanjut, ia menyerahkan tindak lanjut dari laporan tersebut kepada aparat penegak hukum.

“Dan tentunya saya serahkan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, Allah SWT,” ucap SBY.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *