Nurdin Halid Janji Buat Jalan Tembus Bastem-Toraja

MAKASSAR, LiputanLIMA.com- Calon Gubernur Sulsel, Nurdin Halid (NH), berjanji membuka akses antara Bassesangtempe atau Bastem, Kabupaten Luwu dengan Toraja. Infrastruktur jalan penghubung antar-daerah tersebut sangat memprihatinkan. Kondisi itu berimbas pada kesejahteraan dan perekonomian masyarakat setempat yang jelas tertinggal dibandingkan daerah lain.

NH mengungkapkan salah satu program utama Sulsel Baru adalah pembangunan infrastruktur. Olehnya itu, ia berjanji akan membuat jalan tembus Bastem-Toraja bila terpilih menjadi gubernur. Terlebih, pembangunan jalan tembus itu menjadi harapan dari masyarakat. Hal itu mengemuka saat NH menemui sejumlah tokoh masyarakat Bastem di Makassar, Rabu malam (14/2/2018).

“Insya Allah, bila kelak terpilih NH-Aziz pasti membuka akses Bastem-Toraja dengan membuat jalan tembus. Apalagi, itu menjadi harapan masyarakat dan seperti itulah gerakan membangun di kampung,” kata NH, Kamis, 15 Februari.

Menurut NH, banyak manfaat yang dapat diperoleh dengan pembuatan jalan tembus Bastem-Toraja. Selain mendongkrak perekonomian dan mensejahterakan masyarakat, jalan tembus itu membuka peluang pengembangan potensi wisata. “Muara dari pembangunan itu ya peningkatan akselerasi ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” tuturnya.

NH-Aziz diketahui telah merancang program pembangunan infrastruktur berbasis pemerataan. Sederet pembangunan infrastruktur besar telah disiapkan. Di antaranya yakni membangun jalan baru dari Kota Makassar-Kabupaten Bone dan Kota Makassar-Kabupaten Bulukumba. Megaproyek itu ditaksir memakan anggaran besar mencapai Rp7,5 triliun.

NH menegaskan anggaran jumbo untuk proyek infrastruktur tidak akan membebani APBD. Untuk itulah Sulsel membutuhkan sosok gubernur yang memiliki jaringan luas dan kuat. Dengan demikian, pendanaan untuk pembangunan tidak bertumpu pada APBD yang memang sangat terbatas. NH-Aziz sendiri akan mengoptimalkan serapan APBN dan memikat investor.

“Nominal sebesar itu tidak ada artinya kalau punya akses atau jaringan yang luas. Untuk apa saya mendapatkan label sebagai tokoh nasional, bahkan tokoh internasional, kalau tidak mampu untuk itu,” pungkas dia. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *