Pesan Surya Paloh ke NH: Saatnya Membalas Kebaikan Sulsel

MAKASSAR, LiputanLIMA.com- Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh, menghadiri konsolidasi akbar calon kepala daerah se-Sulsel di Hotel Clarion Makassar, Rabu, 28 Februari. Kesempatan itu dimanfaatkan Surya Paloh untuk membakar semangat usungan NasDem pada 13 pilkada lingkup Sulsel.

“Selamat berjuang, NasDem sudah memberikan dukungannya. Kalau berjuang ya tentu kita harus menang,” kata Surya Paloh, Rabu (28/2/2018).

Kepada NH dan jagoan NasDem lainnya, Surya Paloh menitip pesan khusus. Pesan pria kelahiran Aceh itu berupa komitmen untuk senantiasa mengabdikan diri kepada masyarakat. Kepentingan rakyat, kata dia, di atas segalanya, termasuk kepentingan partai.

Surya Paloh menaruh asa kepada NH bila kelak terpilih untuk mengabdi sepenuhnya kepada masyarakat. Toh, langkah mantan Ketua PSSI itu untuk pulang kampung untuk mengabdi membangun Sulsel Baru. Sulsel yang lebih sejahtera dan berkeadilan.

“Ini pesan Partai NasDem sebagai pengusung. Jangan dibalik. Rakyat nomor satu,” seru Surya Paloh.

Surya Paloh juga memuji NH sebagai salah satu putra terbaik daerah. Untuk itu, sudah sepatutnya membalas budi baik negerinya. Karena itu, dia diminta memperbaiki niat dan mengedepankan ketulusan jika diberi amanah memimpin Sulsel.

“Sudah waktunya membalas budi baik negeri (Sulsel) ini. Negeri yang membesarkan kita, yang memberikan kemampuan hingga berani mencalonkan diri,” tuturnya.

Dikonfirmasi terpisah, NH menyampaikan terima kasih atas dukungan NasDem dan arahan dari Surya Paloh. Ia pun terkesan dengan semangat Surya yang mengedepankan kepentingan rakyat dan tanpa ambisi kekuasaan pribadi.

“Jadi pesannya untuk mendahulukan kepentingan rakyat itu sangat luhur dan Insha Allah akan saya buktikan. Bahwa jika Nasdem percaya saya, maka pesan Surya Paloh akan saya buktikan dan tidak akan saya abaikan,” tutur NH.

NH juga bercerita terkait kesamaan prinsipnya dengan Surya Paloh yang bermuara penciptaan pilkada damai dan bermartabat. Prinsip yang dimaksud adalah menjadikan pilkada sebagai pesta demokrasi, bukan ajang konflik. Perbedaan pendapat dan pilihan, tegas dia, tidak boleh memutus silaturahmi.

“Beliau (Surya Paloh) pesan jangan karena berbeda pendapat akhirnya persaudaraan dan persahabatan tercoreng. Itu sama persis dengan prinsip saya. Saya kalau ketemu SYL (Syahrul Yasin Limpo) biasa pelukan dan cipika cipiki dan tidak semua calon begitu,” pungkasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *