Berikut Manfaat ‘Kartu Sakti’ Milik NH-Azis

BONE, LiputanLIMA.com- Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel, Nurdin Halid-Aziz Qahhar Mudzakkar (NH-Aziz) memperkenalkan dua dari empat ‘kartu sakti’ pada kampanye tatap muka dan dialogis di Lapangan Duaboccoe Kabupaten Bone, Kamis (1/3/2018). Di hadapan ribuan warga Bone, NH-Aziz secara khusus membahas manfaat dari Kartu Anak Sehat dan Kartu Anak Pintar.

NH mengungkapkan sederet program unggulan pro-rakyat dituangkan dalam ‘kartu sakti’. Khusus untuk program kesehatan dan pendidikan, sederet layanan kemudahan akan dapat diakses oleh pemilik Kartu Anak Sehat dan Kartu Anak Pintar. Nah, ‘kartu sakti’ tersebut akan efektif dipakai bila kelak dirinya terpilih bersama Aziz menakhodai Sulsel.

“NH-Aziz bertekad menghadirkan pemerataan. Untuk itu, kami tidak mau ada perbedaan antara anak orang kaya dan anak orang tidak mampu. Makanya itu, kartu ini hadir untuk mempersempit kesenjangan tersebut,” kata NH yang juga berdialog langsung dengan warga dari empat kecamatan di Kabupaten Bone, masing-masing kecamatan Duaboccoe, Ajangale, Cenrana, Amali

Kartu Anak Sehat dari NH-Aziz merupakan solusi guna menjamin gizi anak-anak di Sulsel. Dengan isi saldo senilai Rp600 ribu hingga Rp1 juta dari pemerintah, para orang tua dapat menggunakannya untuk membeli susu dan lainnya. Keberadaan Kartu Anak Sehat diyakini dapat memberikan keseimbangan kebutuhan anak.

“Contoh sederhana, anak orang kaya bisa minum susu tiap hari. Tapi, anak orang kurang mampu belum tentu minum susu dalam sebulan. Makanya itu demi adanya keseimbangan, kita siapkan dana tunai lewat kartu ini,” NH menerangkan.

Kondisi serupa terjadi dalam dunia pendidikan sehingga muncul gagasan terbitnya Kartu Anak Pintar. Muaranya, NH menyebut guna menjamin adanya pemerataan kebutuhan bagi setiap anak didik. Tidak memandang latar belakang sosial, baik itu kaya maupun miskin.

Harus disadari, meski biaya pendidikan sudah gratis, NH menuturkan problematika tidak selesai. Terkadang ada anak miskin yang sebenarnya pandai malas bersekolah karena minder dengan keterbatasan ekonomi. “Kartu ini bisa digunakan sebagai uang jajan di luar kebutuhan sekolah. Jadi anak orang kurang mampu tidak minder di sekolahan,” tegasnya.

Diketahui Nurdin Halid dan Aziz Qahhar Mudzakkar menyiapkan empat program ‘kartu sakti’. Program ini merujuk pada konsep pro-kampung yang menjadi kebutuhan masyarakat. Dua kartu lain adalah Kartu Sulsel Baru dan Kartu Mahasiswa Pintar. Beragam manfaat ‘kartu sakti’ itu telah beberapakali disampaikan NH dalam beberapa kegiatan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *