Gagal Registrasi Kartu SIM yang Terganjal NIK dan KK? Begini Mengatasinya

JAKARTA, LiputanLIMA.com – Operator seluler mulai memberlakukan pemblokiran panggilan telepon dan SMS outgoing (keluar) bagi pelanggan yang belum melakukan registrasi kartu SIM prabayar.

Ada berbagai kendala yang menyebabkan sejumlah pelangan belum bisa melakukan registrasi, salah satunya Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan Kartu Keluarga (KK) yang dinilai tidak valid.

Pelanggan seluler diwajibkan melakukan registrasi kartu SIM prabayar dengan format menyertakan NIK dan KK, kemudian mengirimkannya ke 4444 atau medaftar melalui situs web yang disediakan.
Sayangnya, sampai saat ini sejumlah pelanggan mengeluhkan nomor KK yang dianggap tidak validoleh sistem operator.

“Maaf, data NO_KK yang Anda masukkan salah. Mohon cek data diri Anda & lakukan kembali proses registrasi,” demikian pesan pemberitahuan tentang kegagalan registrasi kartu SIM via SMS ke 4444 atau via situs web operator seluler.

Untuk mengatasi masalah tersebut Direktur Jenderal Penyelenggaran Pos dan Informatika Kemkominfo (Kemkominfo), Ahmad M Ramli, menyarankan masyarakat untuk memperbaiki data ke Direktorat Jenderal Pelayanan Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil).

“Kalau hambatan itu karena tidak sinkron antara NIK dan KK, maka satu-satunya cara untuk memperbaiki data itu ke Dukcapil,” kata Ramli saat ditemui di kantor Kemkominfo.

Dukcapil membuka layanan pengaduan atau pertanyaan terkait dokumen kependudukan seperti e-KTP-el, KK dan Kartu Identitas Anak (KIA).

Layanan pengaduan “Halo Dukcapil” ini bertujuan mempermudah dan memperlancar masyarakat mendapatkan informasi dan menyelesaikan masalah dokumen kependudukan, termasuk untuk keperluan registrasi kartu SIM.

Pelanggan harus memastikan data identitas diri yang tertera di KTP dan KK sesuai dengan Ditjen Dukcapil untuk bisa melakukan registrasi kartu SIM.

Jika NIK dan KK tidak sesuai database Ditjen Dukcapil, silahkan menghubungi call center Dukcapil pada 08118005372 atau 150053, serta melalui email callcenter.dukcapil@gmail.com. Selain itu juga bisa menghubungi via Facebook (Ditjen Dukcapil) atau Twitter (@ccdukcapil).(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *