Lebih 50% Pemilih Belum Tentukan Pilihan di Pilgub. Menunggu ini…

JAKARTA, LiputanLIMA.com- Sebuah survei menunjukkan lebih dari setengah jumlah pemilih dalam Pilkada Serentak 2018 di Sulawesi Selatan belum menentukan calon gubernur dan calon wakil gubernur pilihannya.

Hasil survei yang dilakukan Indo Survey & Strategy (ISS) pada 19-24 Februari 2018 tepatnya menunjukkan sebanyak 54,5 persen pemilih yang masih berpredikat swing voter.

“Yang akan menang adalah siapa yang bisa merebut swing voters ini,” kata Direktur Strategi ISS Karyono Wibowo dalam jumpa pers di Jakarta, Minggu (4/3/2018) dilansir dari CNN Indonesia.

Survei dilakukan dengan metode multistage sampling dengan 800 orang responden lewat kuisioner dan wawancara tatap muka, memiliki angka toleransi kesalahan (margin of error) 3,5 persen.
Karyono menyebut empat pasangan calon yang berkontestasi di Pilgub Sulsel belum memiliki basis pemilih setia yang kuat. Belum ada pasangan calon yang memiliki basis pemilih loyal di atas 15 persen saat ini.

Dia menjabarkan pasangan Nurdin Abdullah-Andi Sudirman Sulaeman memiliki pemilih loyal 14,4 persen, Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakar 13,5 persen, Nurdin Halid-Aziz Kahar Muzakar 12,9 persen, dan Agus Arifin Numang-Tanribali Lamo 18,3 persen.

Karyono mengatakan ada banyak faktor yang mengakibatkan hal tersebut, salah satunya popularitas calon. Angka pemilih loyal ini, sejalan dengan tingkat pengenalan atau popularitas para calon yang masih rendah.

“Tidak ada calon yang memiliki popularitas di atas 80 persen,” tutur Karyono.
paling tinggi, yaitu 76,7 persen. Selain itu, ada Aziz Kahar Mudzakar 66,6 persen, Nurdin Halid 61,8 persen, Andi Mudzakar 50,4 persen, Nurdin Abdullah 50,3 persen, Agus Arifin Numang 50 persen, Andi Sudirman Sulaeman 20,3 persen, dan Tanribali Lamo 18,3 persen.

Di kesempatan yang sama, Akademisi Universitas Hasanuddin Makassar Andi Lukman Irwan mengatakan ada tiga hal yang akan menentukan kemenangan dalam meraih swing voters.

Pertama adalah efektivitas partai memperkenalkan pasangan calon. Kedua, yakni simpul-simpul relawan pendukung yang bekerja keras menjual pasangan yang diusung.

“Masing-masing paslon memiliki latar belakang sosial yang berbeda. Saya kira tinggal bagaimana simpul-simpul relawan mengintensifkan menjual paslon yang diunggulkan ke pemilih,” ujarnya.
Faktor terakhir adalah program unggulan. Andi mengatakan isu yang digemari di Sulsel adalah pembenahan ekonomi, sehingga paslon yang mampu mengusung program ekonomi lebih baik akan lebih unggul di masyarakat.

“Ketika pemilih ditanya, isu apa yang kemudian disukai, ekonomi ada di urutan pertama, mengenai kebutuhan dasar, harga-harga sembako,” Andi menjelaskan.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *