Isu Korupsi Pabrik Gula Takalar Disuarakan ke KPK

TAKALAR, LiputanLIMA.com- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar sosialisasi tentang pelaporan Harta Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN) di ruang pola kantor Bupati Takalar, Kamis (22/3/2018).
Di saat yang sama, belasan mahasiswa mengatasnamakan pelajar mahasiswa Indonesia (APMI) menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor bupati.

”Seharusnya KPK melakukan evaluasi terhadap kinerja pemerintahan, bukan hanya sosialisasi saja tentang LHKPN. Saat ini banyak pejabat yang terindikasi mengeruk keuntungan dari jalannya APBD,” kata Anas Fahresa, jendral lapangan APMI.

Selain berorasi meminta KPK mengevaluasi kinerja pemkab Takalar atas penggunaan anggaran keuangan, APMI meminta KPK berkonsentrasi di Kabupaten Takalar memberantas sejumlah tindak pidana korupsi yang marak terjadi akhir akhir ini.

” KPK harus mengaudit sesegera mungkin dugaan tipikor yang melibatkan pimpinan OPD dan pejabat BUMN yang diduga kuat melakukan perbuatan melawan hukum,” katanya.
Menurut demonstran, korupsi yang terjadi di BUMN harus menjadi prioritas para penegak hukum.
Diketahui, Direksi BUMN PTPN XIV Pabrik Gula Takalar sedang menjalani pemeriksaan di Kejaksaan Negeri Takalar. Pemeriksaan ini terkait adanya indikasi korupsi senilai Rp 1,5 Milyar di perusahaan plat merah tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *