Patabai Pabokori: Jadi Gubernur Harus Sehat, Tak Boleh Sakit-sakitan

BULUKUMBA, LiputanLIMA.com– Mantan Bupati Bulukumba Andi Patabai Pabokori “buka-bukaan” mengenai alasannya kenapa harus mendukung Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar di Pilgub Sulsel.

Saat memberikan sambutan dalam kapasitanya sebagai Ketua DPW Partai Berkarya Sulsel di pelantikan pengurus Partai Berkarya se Bulukumba, Patabai mengurai alasannya kenapa mesti Ichsan.

Salah satu pertimbangannya, untuk menjadi gubernur itu sangat berat. Butuh kondisi fisik yang kuat. Apalagi memimpin wilayah yang tergolong luas dengan jumlah 24 kabupaten/kota.

“Jadi gubernur itu luar biasa beratnya. Kalau kondisi fisiknya tidak kuat, jangan coba-coba. Apalagi yang sakit-sakitan,” tegas Patabai Pabokori di depan ribuan kader Partai Berkarya, Jumat (23/3/2018).

Menurutnya, Pilgub Sulsel, masyarakat harus cerdas memilih. Ibaratnya, ketika ingin menempuh perjalanan jauh, pastikan yang membawa kendaraan harus kuat fisikinya, dan punya pengalaman.

“Jangan sampai kita mau berpergian jauh, tapi di perjalanan sopirnya sakit-sakitan. Jadi harus dipastikan dulu, sopirnya berpengalaman dan sehat. Dan seperti itulah juga memilih pemimpin,” terang Patabai yang juga mantan Kepala Dinas Pendidikan Sulsel.

Di mata Patabai, Ichsan punya kondisi fisik yang kuat. Bahkan disaksikannya secara langsung kala ikut mendampingi sosialisasi ke daerah dengan menghadiri sejumlah titik tanpa menunjukkan kelelahan.

“Saya beberapa ikut disosialisasi Pak Ichsan. Dan luar biasa ketahanan fisik beliau. Biar banyak agenda, itu juga tidak menunjukkan kelelahan,” paparnya.

Selain alasan kondisi fisik yang kuat, pasangan ini juga paling berpengalaman dibanding tiga pasangan lainnya. Mengingat, hanya mereka yang sama-sama punya pengalaman sebagai bupati dua periode.

“Dan selama menjabat, saya tahu betul banyak terobosan yang dilakukannya. Tak kalah penting, mereka tidak pernah tersandung kasus korupsi,” tambah Patabai Pabokori.

Alasan lainnya, kata Patabai, karena pasangan ini punya perhatian besar terhadap pendidikan. Cita-citanya sangat mulia untuk mencerdaskan generasi muda kita dan berakhlakul karimah.

“Tak kalah penting, beliau ini punya komitmen tinggi. Ketegasannya tak diragukan. Taro ada taro gau. Kalau dia sudah bilang merah, maka jangan pernah menunggu akan mengubahnya. Dan itulah beliau yang sangat konsisten,” jelasnya.

Bagi dia, Ichsan juga tipikal pemimpin yang langka di Sulsel. Pantang untuk mengkhianati komitmen dalam posisi apapun.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *