Dugaan Kementan Libatkan Hewan Ternak “Berpolitik” di Pilgub Sulsel Mulai Meluas

MAKASSAR, LiputanLIMA.com – Kecaman terhadap dugaan program Kementerian Pertanian (Kementan) dimanfaatkan untuk kepentingan Pilgub Sulsel mulai meluas.

Untuk diketahui, kementerian pertanian meluncurkan program 10 juta ekor ayam jenis KUB, yang akan disalurkan ke 1000 desa di 100 Kabupaten di seluruh wilayah Indonesia.
Sejumlah bantuan Kementerian Pertanian tersebut diharapkan steril dari kepentingan politik, diduga ditunggangi untuk kepentingan pencalonan kandidat tertentu.

Aktivis Lembaga Pemerhati Publik Sulsel, Andi Dedy Arfandi mengatakan, program pemerintah sudah pasti menggunakan uang negara. Sehingga sangat tidak dibenarkan jika program pemerintah dimanfaatkan sebagai jualan politik.

“Ini sangat tidak dibenarkan. Pelanggaran berat. Bahasa politiknya yang bersangkutan bukan petarung. Makanya publik harus terlibat. Lihat, awasi kemudian laporkan jika ada pelanggaran,” tegas Dedy, Selasa (24/4/2018).

Ditegaskan pula, pemerintah tidak mesti membuat gaduh pesta demokrasi lima tahunan di Sulsel. Olehnya, sangat tidak beretika jika menggunakan kewenangannya terlibat mendukung salah satu kandidat.

“Kalaupun itu terjadi misalnya, harus sama-sama kita lawan. Jangan seenaknya menjadikan demokrasi kita tidak beretika apalagi tidak berkualitas,” tegasnya.

Meski demikian, dia tidak ingin mendiskreditkan hak pilih seseorang jika memang tercatat sebagai penduduk Sulsel. “Intinya pejabat pemerintah jangan terlibat langsung. Itu etika dan pelanggaran, apalagi memanfaatkan kewenangan jabatan,” tandasnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *