Ditawari Maju Jadi Caleg DPR RI, Begini Jawaban Ichsan Yasin Limpo

MAKASSAR, LiputanLIMA.com- Ichsan Yasin Limpo dan Andi Mudzakkar boleh saja gagal memenangkan Pilgub Sulsel versi hitung cepat sejumlah lembaga survei. Tapi ketokohan dan integritasnya tak memudar.

Pasangan nomor urut 4 di Pilgub Sulsel ini, dinilai sebagai figur yang memberi contoh sangat baik bagi demokrasi di Indonesia. Selama tahapan berjalan, keduanya mampu menjaga integritas dengan tidak melakukan politik uang dan kecurangan untuk merebut tahta kekuasaan.

Pasangan yang dikenal Komitmen, Tegas dan Merakyat tersebut lebih fokus mengurai dan menawarkan konsep program untuk rakyat, ketimbang menghalalkan segala cara merebut simpati pemilih.

Baik IYL maupun Cakka juga memberi contoh dengan menunjukkan kedewasaan berpolitik yang menghargai hasil hitung cepat sesaat setelah sejumlah lembaga survei merilis hasil pencoblosan.

Karena sikap itu pula, baik IYL maupun Cakka mendapat apresiasi dari banyak tokoh. Tidak sedikit diantaranya memuji dan menganggap jika duet ini layak menjadi teladan. Teladan untuk para generasi, dan teladan untuk memegang teguh arti integritas.

Bahkan sejumlah elit parpol di tingkat nasional dikabarkan menawarkan ke IYL maupun Cakka untuk maju menjadi caleg DPR RI di Pemilu 2019 mendatang. Alasannya, figur seperti keduanya dibutuhkan untuk memberi Konstribusi ke bangsa dan negara.

Sebagian elit parpol, bahkan menawarkan di dapil apa saja keduanya ingin maju, pintu terbuka lebar. Mengingat, keduanya punya basis pendukung di masing-masing daerah pemilihan.

Ichsan saat dikonfirmasi, tidak menampik mengenai kabar tersebut. Termasuk dorongan dari aktivis LSM tingkat nasional yang menghendakinya maju menjadi caleg DPR RI.

“Itu benar ada beberapa pimpinan parpol menawarkan untuk menjadi caleg DPR RI,” kata Ichsan saat dikonfirmasi mengenai kabar tersebut, Senin (02/7/2018).

Ichsan menyampaikan terima kasih atas tawaran dan apresiasi tersebut. Namun untuk saat ini, pihaknya belum memutuskan sikapnya, apakah akan menerima tawaran tersebut atau tidak sama sekali.

Alasannya, ia tetap menghargai proses rekapitulasi atau tahapan pilgub yang masih berlangsung. Di samping itu, harus ada pertimbangan matang mengenai tawaran sejumlah pimpinan parpol dan tokoh yang berkiprah di tingkat nasional.

“Pada saatnya saya akan memberi jawaban dan sikap soal itu, Dik,” tambah Ichsan Yasin Limpo yang juga pelopor perda pendidikan gratis di Indonesia.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *