Penanganan Kasus Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro Luwu Dinilai Mandeg

 

received_1036186036449112

Ilustrasi Aliansi Mahasiswa Luwu Pemerhati Anti Korupsi (AMLPAK) kembali mempertanyakan kasus dugaan penyimpangan prosedural pada pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) di Luwu Timur | Int

Makassar, LiputanLIMA.com – Aliansi Mahasiswa Luwu Pemerhati Anti Korupsi (AMLPAK) kembali mempertanyakan kasus dugaan penyimpangan prosedural pada pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) di Luwu Timur, Selasa (05/4/2016).

Mereka meminta Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulselbar untuk segera mengambil langkah tegas menyikapi kasus tersebut, karena proyek PLTMH dianggap sudah terlalu berlarut-larut. Bahkan, mereka menganggap kasusnya itu mandeg penanganannya.

Pembangunan PLTMH di sembilan desa Luwu Timur, menelan anggaran sebesar 29 Miliar yang bersumber dari APBN dan APBD tahun 2009. Walau pun proyeknya dianggap sudah rampung, namun menurut mereka hal tersebut tidak bisa digunakan.

“Karena ada beberapa bagian yang mengalami kerusakan yang cukup parah, dikarenakan pembangunan tidak konstruktif,” jelas salah seorang orator yang dipimpin oleh Herman Koordinator Lapangan (Korlap).

Diduga dalam kasus PLTMH tersebut, ditaksir kerugian yang dialami negara sebesar 15 Miliar.

“Jika pihak Kejati tidak segera mengusut tuntas dan segera menetapkan tersangka dalam kasus ini, maka kami akan melakukan aksi lanjutan,” tegas Herman.

 

(Saifullah/Suryani Musi)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *