Danny Beri Tiga Catatan Penting Bagi Hotel Porter

IMG_20160411_161610 (1)

Danny Pomanto | Ahmad

Makassar, LiputanLIMA.com – Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan ‘Danny’ Pomanto memberikan tiga catatan bagi The Porter Makassar Construction pengembang PT Hotel Porter Makassar saat menghadiri presentasi Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) bagi pembangunan Hotel Porter dan Apartemen Puspayama, di Swiss Bell Inn Hotel, Senin (11/04/2016).

Dua dari tiga catatan Danny juga barlaku bagi PT WIKA pengembang Apartemen Puspayama yang berlokasi di sisi kanan arah masuk Bandara Internasional Sultan Hasanuddin.

Bagi kedua pengembang yang akan berinvestasi di Makassar dalam bentuk hunian hotel dan apartemen itu, Danny menekankan untuk memperhatikan sistem pengolahan sampah.

“Makassar sudah menerapkan pemilahan sampah. Memisahkan sampah organik dan anorganik. Menjadi tanggung jawab moril bagi Porter dan Puspayama untuk mendukung program itu, memilah sampah hotel dan apartemen berdasarkan jenisnya, organik dan anorganik. Ini juga bagian dari tanggung jawab pelestarian lingkungan,” papar Danny.

Hal lain yang menjadi perhatian Danny bagi kedua pengembang properti itu pada sisi keamanannya. Keduanya diharapkan memasang kamera CCTV di setiap sudut bangunan yang terkoneksi dengan War Room yang berada di Lantai 10 Balaikota.

“Meskipun peraturannya belum diterbitkan, Porter dan Puspayama dapat memulainya,” ujar Danny.

Tugas khusus diberikan Danny bagi The Porter Makassar Construction untuk membenahi taman yang berada di seberang jalan lokasi berdirinya Hotel Porter.

Hotel yang didesain setinggi 17 lantai itu berlokasi di Jalan La Madukelleng menggunakan lahan eks HD Cafe and Resto. Tepat di seberangnya membentang taman berbentuk segi tiga yang kondisinya kurang terawat.

Taman itulah yang nantinya dibenahi oleh Hotel Porter, ” Kami komitmen terhadap pembenahan taman. Bukan hanya hotel yang kami percantik, lingkungan sekitar hotel juga akan kami benahi. Taman Segi Tiga akan kami tata menjadi taman yang asri, teduh, dan hijau,” urai Anna Meyliawati, konsultan Hotel Porter.

Menurut Wali Kota Danny, taman itu nantinya dikembangkan sebagai area publik yang ramah untuk anak, dilengkapi dengan fasilitas bermain, “Agar anak – anak kita punya tempat bermain yang representatif, dan dapat diakses oleh publik,” ungkap Danny.

Ide Danny itu sejalan dengan semangat Makassar yang telah mencanangkan diri sebagai kota layak anak.

Rilis


Kirimkan berita seputar kegiatan organisasi Anda ke redaksi@liputanlima.com disertai dengan nama penulis

 

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *