Hukuman Antara Pengedar dan Pemakai Narkoba, Berbeda

20160414094400

Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulawesi Selatan (Sulsel) gelar dialog interaktif, dilaksanakan di Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulselbar, Kamis (14/4/2016) | Saifullah

Makassar, LiputanLIMA.com – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulawesi Selatan (Sulsel) gelar dialog interaktif, dilaksanakan di Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulselbar, Kamis (14/4/2016).

Menjadi topik bahasan dalam acara tersebut adalah sinergitas penegakan hukum dengan program rehabiltasi penyalahgunaan narkoba di Sulsel.

Salah satu yang menjadi tujuan dilaksanakan dialog interaktif ini, adalah bagaimana aparat penegak hukum bisa menyamakan persepsi dilapangan dalam penegakan hukum terkait penyalahgunaan narkoba,” kepala Kejati, Hidayatullah.

“Walapun penyamaan persepsi oleh para penegak hukum bidang tindak pidana penyalahgunaan narkoba sudah dilakukan di lapangan, tapi paling tidak hal ini lebih ditingkatkan lagi,” ujarnya.

Menurutnya, hal ini terkait penyamaan sikap terhadap penyalahgunaan narkoba yang posisinya sebagai korban. Tetapi kalau sebagai pengedar itu tidak ada lagi kata ada kompromi seperti korban.

“Kalau posisinya sebagai korban yang tidak tahu, maka dia dianggap sebagai orang diperalat. Jadi beda hukumannya pengedar dan korban yang memang tidak tahu,” tambah Hidayatullah ketika ditemui LiputanLIMA.com usai membuka acara.

Nah, lanjutnya kalau posisinya sebagai korban itu harus direhabilitasi. Sedangkan kalau dia sebagai pengedar, “harus dihukum mati, kemudian asetnya yang diduga hasil dari pengedaran Narkoba itu diambil,” akhirnya beranjak meninggalkan acara.

Saifullah/Suryani Musi

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *