Wawali Parepare Jadi Saksi Pungli Pasar Sentral Lakessi

ilustrasi-pungli

Ilustrasi Pungli | Int

Makassar, LiputanLIMA.com – Wakil Walikota Parepare dipanggil oleh tim bidang tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulselbar, statusnya sebagai saksi dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi pungutan liar (Pungli) Pasar Sentral Lakessi di Parepare, Rabu (20/4/2016).

Wawali Parepare, Faisal Andi Sapada (FAS) bersama staf keuangan kota Parepare, Amir Thalib dipanggil untuk dimintai keterangan terkait indikasi korupsi diendapkan di bank swasta sebesar 1,7 milyar pada tahun 2012 lalu.

Selain itu, Amir Thalib dimintai keterangan terkait kapasitasnya sebagai pejabat staf keuangan Kota Parepare, sehingga yang ditanyakan oleh penyidik hanya seputar masalah keuangan waktu itu.

“Jadi kedua orang itu dicecar pertanyaan seputar kasus yang sementara berlangsung penyidikan, terkait dugaan indikasi tindak pidana korupsi di pasar sentral Lakessi,” ungkap Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasipenkum) Kejati Sulselbar, Salahuddin.

Salahuddin mengatakan bahwa ada beberapa orang yang diambil uangnya,   perorang satu juta untuk mengikuti undian los Pasar Lakessi.

Terkait akan tersangka pada kasus tersebut, Salahuddin tidak menampik menjawab bahwa sampai hari ini belum ada penetapan tersangka.

“Tujuan penyidikan kan untuk menemukan tersangka, nah supaya terang siapa yang berbuat sebagai pelaku utama dalam indikasi korupsi tersebut, maka tim tidak bisa tergesa menetapkan,” tuturnya.

Untuk penetapan siapa yang akan tersangka tentu harus dilihat bagaimana tim bekerja, otomatis penyidik melihat fakta, dokumen dan menghubungkan keterangan saksi-saksi, baru bisa diungkap siapa pelaku di balik peristiwa tersebut.

Walaupun, kata Salahuddin, dia (FAS) mengatakan ada perda yang mengatur tentang kasus tersebut, tapi tim bekerja dengan memiliki alasan hukum juga.

“Nanti kita lihat, karena tim penyidik sudah mengantongi dua alat bukti, sehingga kasus ini ditingkatkan dari penyelidikan ke penyidikan,” tegasnya.

Ditanya terkait pemanggilan FAS untuk selanjutnya, ia mengatakan selama tim masih membutuhkan pasti akan dilakukan pemanggilan. Namun, jika alat bukti dinilai sudah cukup, maka akan dilakukan gelar penetapan tersangka.

“Mudah-mudahan perkara ini cepat dirampungkan dan tim segera merumuskan untuk menetapkan tersangka,” harapnya.

(Saifullah/Suryani Musi)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *