Kasus Idris, Hakim Sebut Saksi dari Bosowa Salah Setting

Andi Idris Syukur | Dok

Andi Idris Syukur | Dok

Makassar, LiputanLIMA.com – Dugaan adanya rekayasa dibalik kasus yang dialamatkan ke Bupati Barru Andi Idris Syukur makin nampak. Itu tercermin dari fakta terbaru di persidangan lanjutan soal pengakuan saksi eks karyawan bosowa.

Di depan majelis hakim di Pengadilan Tipikor, Senin (25/4/2016),  saksi dari pihak Bosowa yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Muslim Salam, mengakui jika mobil Pajero Sport yang awalnya dituding gratifikasi, ternyata ada kuitansi jual-belinya.

“Memang ada kuitansi, dan isinya tentang pembelian” kata Muslim Salam, saat menjawab pertanyaan hakim di Pengadilan Tipikor, Makassar.

Mendengar jawaban Muslim yang tak lain anggota DPRD Sulsel itu, Hakim sempat melontarkan kekesalannya, karena sebelum mengakui ada kuitansi jual-beli, saksi memberikan keterangan yang berbeda-beda. Bahkan, hakim menyebut jika yang bersangkutan salah setting. “Anda salah setting,” tegas hakim.

Di persidangan yang dipadati kerabat Idris Syukur, Muslim juga mengakui jika Idris tidak pernah sekalipun meminta mobil. Melainkan hanya pihaknya yang menafsirkan bila untuk mempermulus penerbitan izin perusahaannya perlu memberikan kendaraan.

Selain itu, Muslim juga berulangkali mendapat teguran karena jawabannya tidak konsisten. Seperti mengetahui ada pertemuan awal sebelum dirinya menemui Idris di tahun 2012. Namun saat didesak kapan, dan siapa yang bertemu, justru Muslim menjawab tidak tahu.

Bukan hanya itu saja, Muslim yang sebelum menjadi anggota DPRD Sulsel tercatat sebagai salah satu kepala biro di PT Bosowa, juga mengakui kalau mobil tersebut bukan milik Bosowa, melainkan milik Ahmad Manda yang diperoleh secara kredit.

Padahal sebelum mengakuinya, Muslim percaya diri mengklaim jika mobil tersebut adalah milik Bosowa. Hanya saja dicecar pertanyaan, saksi tidak bisa mengelak. Bahkan, secara detail mengetahui durasi waktu masa kredit kendaraan tersebut.

Sekadar diketahui, di sidang lanjutan, ada tiga saksi dari Bosowa yang dihadirkan. Masing-masing Muslim Salam, Ahmad Manda, dan Naharuddin. Hingga siang ini, baru Muslim yang memberi kesaksian.

(Rilis)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *