Direktur Semen Bosowa: Saya Tak Pernah Dengar Bupati Barru Minta Mobil

12509564_220393734968127_1431838840562649624_n

Bupati Barru, Andi Idris Syukur | Dok

Makassar, LiputanLIMA.com – Setelah eks kepala biro PT Bosowa Muslim Salam mengakui ada kuitansi jual-beli mobil yang diserahkan ke Bupati Barru Andi Idris Syukur, kini giliran Direktur PT Semen Bosowa Barru Naharuddin yang mengakui hal tersebut.

Saat memberi kesaksian di sidang lanjutan kasus dugaan suap Idris Syukur, Naharuddin membenarkan jika mobil yang diserahkan ke Idris, memang ada kuitansi jual-belinya. “Itu ada untuk kepentingan balik nama,” kata Naharuddin, Senin (25/4).

Tak hanya mengakui ada kuitansi, Naharuddin juga tidak bisa meyakinkan hakim dan Jaksa Penuntut Umum (JPU) kalau mobil Pajero Sport tersebut diberikan atas permintaan langsung Idris Syukur untuk kepentingan pengurusan izin perusahaannya.

Naharuddin yang berulangkali ditanya soal alasannya memberikan mobil, saksi tidak sekalipun mengakui pernah mendengar langsung permintaan Idris tentang mobil. “Saya tidak pernah mendengar secara langsung Pak Bupati minta mobil. Tapi penyampaian Muslim Salam, katanya Pak Bupati minta mobil,” kata Naharuddin.

Saat disinggung alasannya memberikan mobil, ia mengaku terpaksa karena khawatir tidak diberikan izin. Hanya saja ketika hakim menyebut proses perizinannya justru cepat dilakukan bupati, saksi terkesan berusaha mengelak.

Sebelumnya, Muslim Salam yang juga memberikan kesaksian, justru mengakui kalau Idris tidak pernah menyampaikan langsung meminta mobil. Dia hanya menyimpulkan sendiri kalau bupati dua periode itu menginginkan kendaraan Pajero Sport.

Dari fakta tersebut, Naharuddin dan Muslim Salam terkesan berbeda keterangan. Sebab Naharuddin mengakui memberikan mobil atas penyampaian Muslim. Sedangkan Muslim justru tidak pernah mendengar langsung.

Sementara itu, Idris saat menanggapi, menegaskan mobil yang diduga gratifikasi sama sekali tidak ada hubungannya dengan penerbitan izin. Pasalnya, izin baru dikeluarkan 9 September 2012.

“Pembelian mobil itu urusan pribadi istri saya dan Ahmad Manda. Sama sekali tidak ada kaitannya dengan izin. Lagian izin itu baru diterbitkan 9 September,” kata Idris.

(Rilis)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *