Kapolres Bantaeng: Tidak Ada Penahanan Guru Pencubit Siswa

Polres Takalar | Int

Polres Bantaeng | Int

Bantaeng, LiputanLIMA.com – Kabar penahanan seorang guru salah satu SMP di Bantaeng yang melakukan kekerasan terhadap siswanya dibantah Kapolres, AKBP Kurniawan Affandi. Kabar penahanan itu kata dia tidak benar, Senin (16/5/2016).

“Yang bilang dia ditahan itu salah, nggak tahu apa-apa dia itu,” terang Kurniawan, saat menjelaskan terkait pernyataan salah seorang kerabat, bahwa guru tersebut ditahan di Mapolres.

“Begini, laporan masuk pada Agustus 2015 lalu hingga dilimpahkan ke Kejari. Sejak itu, sama sekali tidak ada tindakan penahanan di Mapolres terhadap guru itu oleh pihak kepolisian,” kata Kurniawan saat dihubungi LiputanLIMA.com.

Ia menceritakan, saat orang tua melakukan laporan, pihaknya tidak langsung melakukan penahanan. Sebaliknya, aparat kepolisian yang melibatkan PGRI setempat melakukan mediasi.

“Tidak satu dua kali saja, bahkan sampai lima kali. Sampai kasusnya berlanjut tahun 2016. Nah, ini mentok sampai tidak ada kesepakatan antara kedua pihak,” lanjutnya.

Kasus tersebut akhirnya dilimpahkan ke pihak Kejaksaan. Laporan orang tua murid tersebut diproses setelah jaksa nyatakan telah lengkap atau P21, dan berkas dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Bantaeng.

“Tidak ada penahan. Kita menahan kalau tersangka akan melarikan diri, mengulangi perbuatan melanggar hukum, dan menghilangkan barang bukti. Sementara guru ini tidak sampai kesana, jadi tidak kita tahan,” kata dia.

Sebelumnya ramai dibicarakan bahwa seorang guru biologi di SMPN 1 Bantaeng yang bernama Nurmayani Salam ditahan.

Meski begitu, Kurniawan mengaku bingung lantaran apa yang dititik beratkan hanya mengenai pencubitan. “Hasil visum, korban ini alami memar di pipi, paha dan sesak nafas. Saya heran, kalau kasusnya berkaitan keluarga polisi heboh. Padahal semua sama dimata hukum,” tambahnya.

(Luqman)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *