Pembunuhan di Jalan Andalas Bermotif Dendam

Ilustrasi | Int

Ilustrasi | Int

Makassar, LiputanLIMA.com – Kasus penganiayaan berakibat korban kehilangan nyawa yang menimpa Muh Ali Imran (24), warga BTN Pao-pao Indah Blok H1 No 1, di Jalan Andalas depan Warteg Resa, bermotif dendam.

Hal itu diungkapkan Kasubag Humas Polrestabes Makassar Kompol Burhanuddin. Dia menjelaskan, bahwa setelah pemeriksaan dan penyelidikan, Muh Ali Imran dibunuh, lantaran salah satu dari pelaku memiliki rasa dendam terhadap korban.

“Jadi setelah diselidiki, motif penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal itu karena ada masalah dan dendam diantara korban dan pelaku. Untuk dendamnya masih kami dalami,” ucapan Kompol Burhanuddin.

Hal ini diperkuat dengan keterangan-keterangan para pelaku yang mengatakan saat kejadian pelaku utama yang berinisial GN mendatangi rekan-rekannya dan menanyakan dirinya sedang punya masalah dengan korban.

“Begitu GN tanya rekan-rekannya yang tergabung dalam geng motor Main Moral, para pelaku yang berjumlah hampir delapan orang langsung mencari korban. Para pelaku akhirnya bertemu dengan korban di Jalan Andalas,” tambahnya.

Burhanuddin menjelaskan, saat kejadian pelaku berboncengan dengan E yang masih DPO.

“Sedangkan dua pelaku yang berinisial GN dan W yang kini menjadi DPO saling berboncengan motor. Saat itu GN melepaskan busur sebanyak dua kali dan menikam korban satu kali pada bagian dada korban,” tuturnya.

Seperti diberitakan, Muh Ali Imran Djafar (26) warga BTN Paopao Indah, tewas dikeroyok di Jalan Andalas, Kecamatan Bontoala, Kota Makassar, pada Rabu (18/6/2016) lalu.

(Ahmad)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *