Mau Tau Kenapa Orang Makassar Selalu “Okkots”?

jual ayam poton

Makassar, Liputan LIMA.com – Pernah dengar orang Makassar jika berbicara kelebihan atau kekurangan huruf dalam kata-katanya? Jangan kaget ketika suatu hari Anda menjumpai orang Makassar yang menawari anda makanan lalu berkata, “mau ki makang sayang? Ada ji itu ikang di mejah” (dilansir dari berbagai sumber).

Okkots adalah salah satu istilah gaul dalam bahasa Makassar. Katanya, berasal dari kata Okko (bahasa Makassar) yang berarti ”injak garis” yang sering dipakai dalam permainan dende-dende. Kata ”okko” kemudian ditambahkan huruf T dan S, biar kelihatan lebih keren menjadi Okkots.

Biasanya orang Makassar salah omong atau bermasalah dengan huruf G, kata-kata yang ujungnya G dihilangkan, lalu kata-kata yang ujungnya N ditambahkan huruf G. Kata-kata yang terpeleset (bertambah atau berkurang huruf G) sudah biasa dan menjadi ciri khas bahasa Makassar.

Awan menjadi Awang
Hujan menjadi Hujang
Uang menjadi Uan

Penyebab Makassar Kadang Okkots, antara lain:

1. Karena Huruf Lontara

Huruf Lontara adalah abjad tradisional Bugis Makassar. Dari huruf Lontara tersebut, ada suku kata tambahan yang tidak terdapat dalam bahasa Indonesia atau bahasa lainnya. Suku kata yang ”tidak lazim” tersebut adalah NKA, MPA, NRA, NCA yang terdapat pada akhir kata bahasa Makassar. Itulah (mungkin) yang menyebabkan lidah orang Makassar terbiasa menyebut kata-kata tersebut dan menyebabkan Okkots jika dilantunkan dalam bahasa selain Makassar.

2. Asal Nama Makassar

Sebagai contoh konkrit, tidak dikenal nama Makassar sejak dulu, namun Mangkasarak (bahasa Makassar) atau Mangkasa (bahasa Bugis). Namun karena pengaruh modernisasi bahasa ke dalam Bahasa Indonesia, huruf NG dihilangkan dan jadilah kata Makassar yang dikenal hingga hari ini.

3. Sering Mencampur Antara Bahasa Makassar dengan Bahasa Indonesia.

Di Makassar, dalam komunikasi sehari-hari biasanya menggunakan bahasa Indonesia yang dicampur dengan logat Makassar. Perpaduan ini melahirkan sebuah logat khas ala Makassar yang tergolong unik. Unik karena di dalam penyusunan kalimatnya ditambahkan partikel-partikel tambahan misalnya Mi, Ki, Ko, Ji, Na, Ka, Pi, dan Ma.  Contoh kalimat yang menggunakan partikel-partikel tersebut:

Jangan mi lama-lama : artinya jangan lama-lama
Lagi dimana ki sekarang? (”ki” untuk kalimat yang lebih sopan): artinya kamu sekarang lagi dimana?

Kedengarannya lucu memang, tapi di situlah khasnya. Terlepas dari pengaruh logat suatu daerah terhadap penggunaan bahasa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari, apakah Bahasa Indonesia yang baik dan benar masih sering digunakan di Makassar?

Tentu saja, secara formal bahasa Indonesia yang baku dan sesuai dengan ejaan yang disempurnakan. Contohnya pada saat menulis surat-surat resmi, menulis di surat kabar dan media elektronik lainnya, menulis makalah, skripsi, laporan, tesis, berbicara di forum publik misalnya pada saat mengajar, presentasi, berpidato, dan sebagainya (*/Anhy)

One Comment

zahra

Assalamualaikum Wr. Wb dan selamat siang,..

mohon maaf sebelumnya atas kelancangan saya,..
tetapi sy minta tolong yg sebesar-besarnya,..

begini,..adik sy ada tugas bahasa Indonesia,.mencari gambar/spanduk yg menggunakan bhs.indonesia tdk baku atau ejaannya yg kurang tepat,.tetapi syaratnya tidak bisa ambil gambar di google,..
tetapi adik saya bandel,.katanya sudah gk dpt lagi spanduk2 yg asli di makassar yg bahasanya tdk baku makanya dia ambil jlaan pintas download gambar dgoogle,..dan kebetulan gambar yg dia download berasal dari situs tim LiputanLima.com pada artikel Mau Tau Kenapa Orang Makassar Selalu “Okkots”?..

dan katanya gurunya mau cek siapa2 siswanya yg ambil di google,..

bisa minta tolong nda dihapuskan gambar dlam artikel ini??atau diganti dgn gambar yg lain,..

besar harapan sy pada tim LiputanLima.com …

mohon di respon yah,..

terimakasih sebelumnya,..Hormatku,..

Regards,…

Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *