Hal Gila yang Dilakukan Otak Ketika Jatuh Cinta

cinta

Illustrasi saling jatuh cinta | Int

Makassar, LiputanLIMA.com – Pernahkah Anda merasakan terjadi perubahan pada diri Anda ketika jatuh cinta? Tiba-tiba menjadi senang, sedih, rindu, atau perasaan yang tercampur aduk? Itu karena ketika seseorang jatuh cinta dengan seseorang, terjadi perubahan pada otak dan tubuh anda yang menghasilkan semua gairah dan euforia.

Berikut ini yang biasa dilakukan otak ketika jatuh cinta:

1. Jatuh cinta menyebabkan aliran hormon besar-besaran

Ketika jatuh cinta untuk pertama kalinya, Anda akan mengalami aliran hormon-hormon ke otak, termasuk oksitosin, si “hormon cinta”, dopamin si “hormon kebahagiaan” dan hormon seks seperti estrogen dan testosteron. Hormon-hormon lain, seperti adrenalin, membuat jantung berdebar lebih kencang. Munculnya hormon memainkan peran utama dalam perasaan kegembiraan yang intens dengan disertai kegugupan, ketertarikan dan euforia.

2. Cinta bisa menjadi candu

Jatuh cinta dapat menyebabkan kecanduan, pikiran obsesif dan keinginan untuk menghabiskan setiap saat dengan pasangan. Terdengar seperti kecanduan? Itu memang benar. Saat ini, penelitian tentang ilmu saraf telah menunjukkan bahwa cinta secara harfiah seperti obat. Jatuh cinta mengaktifkan sistem yang sama di otak seperti kecanduan kokain.

3. Cinta mengaktifkan sistem opioid

Cinta yang romantis dan ketertarikan dapat mengaktifkan bagian otak yang terlibat dalam “menyukai” sesuatu. Para ilmuwan telah menunjukkan bahwa sistem ini mungkin telah berevolusi untuk membantu kita memilih pasangan terbaik dengan menimbulkan perasaan berharga ketika kita melihat potensi pasangan.

4. Cinta membuat serotonin Anda menukik tajam

Para peneliti telah mengasosiasikan cinta romantis dengan tingkat serotonin rendah, yang mana merupakan ciri utama dari gangguan obsesif kompulsif. Ini dapat memainkan peran dalam menjelaskan beberapa kasus pengalaman orang yang jatuh cinta mengapa fokus pikiran hanya tertuju pada objek yang menarik perhatian.

5. Cinta bisa menyihir fokus Anda

Siapa pun yang pernah jatuh cinta tahu bahwa kehilangan fokus karena jatuh cinta bisa cukup mengganggu, dan sekarang kita tahu mengapa itu terjadi. Para ahli saraf telah menghubungkan gairah cinta dengan perubahan intens dalam emosi dan perhatian, serta mengurangi kontrol kognitif. Itu berarti bahwa Anda menjadi kurang bisa mengontrol perhatian.

6. Cinta memperkuat empati dan kemampuan memproses emosi

Cinta yang ditanamkan melalui perilaku kasih sayang dapat mengaktifkan bagian otak yang berfungsi sebagai pusat memproses empati dan emosi, serta mengurangi aktivitas di area otak yang diasosiasikan dengan pikiran yang berfokus pada diri sendiri. Perilaku cinta kasih juga membuat kita berhubungan dengan perasaan kita dengan meningkatkan volume materi abu-abu di daerah otak yang berhubungan dengan pengolahan emosi.

7. Berbagai tahap cinta dapat mengubah aktivitas otak secara berbeda

Penelitian yang diterbitkan tahun lalu dalam jurnal Frontiers in Human Neuroscience menemukan bahwa pemindaian MRI dapat digunakan secara akurat untuk menentukan di tahapan cinta mana seseorang berada dengan berdasarkan pada aktivitas otak mereka. Saat jatuh cinta, daerah pusat penghargaan di otak menjadi aktif, mencegah penurunan aktivitas di pusat penghargaan, dan juga menyebabkan penurunan tajam dalam aktivitas dan konektivitas fungsional di bagian pusat ini yang terkait dengan harapan imbalan.

8. Cinta bisa merasuk ke otak Anda dan tinggal di sana seumur hidup

Sebuah penelitian di tahun 2011 menemukan aktivitas serupa di bagian otak tertentu pada pasangan yang telah lama menikah dan bahagia serta pada pasangan yang baru saja jatuh cinta. Para peneliti menunjukkan bahwa daerah otak ini mungkin memberikan petunjuk tentang bagaimana beberapa pasangan tetap saling mencintai seumur hidup, dikutip dari nationalgeographic.co.id (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *