Nyentrik, Suku Ini Ubah Sampah Jadi Perhiasan

bibir piring 3

Bibir piring | Int

Ethiopia, LiputanLIMA.com –  Ethiopia  mempunyai salah satu sejarah terlengkap sebagai negara merdeka di benua tersebut. Merupakan negara tertua di dunia, kawasan Ethiopia juga merupakan salah satu tempat peradaban yang terawal di dunia.

Di Ethiopia terdapat suku Daazanach adalah suku semi-nomaden dengan jumlah sekitar 50.000 orang. Mereka tinggal di Lembah Omo di Ethiopia selatan. Dahulunya, suku ini berkeliaran dari satu tempat ke tempat lain sambil menggembala ternak mereka di daerah terbuka. Namun sejak lima puluh tahun terakhir, setelah kehilangan sebagian tanah mereka, mereka juga tumbuh bergantung pada pertanian.

Seorang fotografer berkebangsaan Prancis, Eric Lafforgue, telah menghabiskan beberapa tahun mendokumentasikan kehidupan dan budaya suku ini. Uniknya, Suku Daazanach memiliki selera fashion yang terbilang berbeda. Mereka kerap menggunakan barang-barang bekas dari masyarakat modern, seperti tutup botol, jam tangan, potongan logam, sampah plastik, dan lain-lain.

Dilansir dari Amusingplanet, Suku Daasanach mengumpulkan uang untuk membeli jam tangan rusak, di mana kaum perempuan akan mengubahnya menjadi perhiasan dan wig. Gadis-gadis remaja dan anak-anak akan mendapatkan penutup kepala paling sederhana dengan tutup botol yang tak seberapa, sedangkan wanita dewasa mengenakan tutup kepala yang berat.

Kaum pria sendiri diperbolehkan mengenakan tutup kepala dengan hiasan tutup botol hingga mereka menikah. Setelah menikah, kaum pria diharuskan mengganti hiasan kepala mereka dengan manik-manik berwarna serta hiasan bulu burung.

Tak mudah membuat hiasan dari bahan bekas seperti itu. Suku Daasanach butuh waktu berminggu-minggu untuk membuatnya. Namun, lihatlah. Mereka tampak cantik dengan hiasan kepala tersebut (*)

Berikut ini foto-fotonya:

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *