Gaji Hanya 500 Ribu, Pedangdut Irma Bule Tewas Dipatuk Ular Kobra

Irmawati-atau-Irma-Bule-Penyanyi-dangdut-manggung-bersama-ular-696x342

Irmawati atau Irma Bule, ketika manggung bersama ular | Int

Karawang, LiputanLIMA.com – Setiap pekerjaan pasti mempunyai risiko masing-masing, tergantung apakah itu resikonya ringan atau justru mempertaruhkan nyawa. Seperti halnya yang terjadi pada artis dangdut lokal dari Karawang yang memiliki nama panggung Irma Bule. Senin dini hari ia tewas karena bisa ular kobra yang mematuknya saat sedang manggung. Padahal gaji yang didapatkan hanya sekitar Rp 500 ribu, tak sebanding dengan risiko yang dihadapinya.

Seperti biasa ia tampil memukau menyanyi sekaligus atraksi ular. Pada lagu pertama tak ada kendala dalam bernyanyi dan beratraksi. Tapi pada penampilan lagu kedua, peristiwa tak dinyana terjadi.

“Saat lagu pertama ular yang diajak menari oleh korban tidak menyerang. Selesai lagu pertama kemudian korban turun dan ular dimasukkan ke dalam karung,” kata Karya, saksi mata dan kerabat Irma, Senin (4/4/2016).

Kemudian bergiliran para penyanyi dangdut naik ke panggung menyanyikan sejumlah lagu. Pada saat giliran korban kembali menari bersama ular, tiba-tiba di pertengahan lagu ular tersebut menggigit paha Irma. Meski mendapat gigitan ular, Irma tidak bereaksi, malah meneruskan lagi hingga selesai dimainkan.

Memang, selama ini Irma sudah sekitar delapan tahun ia berkarier di dunia tarik suara. Penampilannya yang tak biasa membuatnya lebih mudah dikenal daripada penyanyi lain. Setiap manggung, Irma selalu membawa ular sebagai teman bergoyang. Tak tanggung-tanggung, ular yang dibawanya biasanya jenis ular venom seperti King Cobra. Selain manggung bersama kelompok orkes dangdutnya sendiri, ia biasanya juga diundang oleh orkes dangdut lain untuk menjadi bintang tamu.

“Saat turun dari panggung korban malah bercanda dengan teman-temannya seperti tidak merasakan sakit karena digigit ular,” lanjut Karya.

Tapi seperti tak ada kejadian yanag serius, Irma tetap melanjutkan penampilannya sampai selesai lagu kedua. Pada malam itu memang Irma rencananya hanya membawakan dua lagu.

Turun dari panggung, teman dan pawang pemilik ular yang disewa Irma menanyakan keadaannya. Sang pawang juga menawarkan bantuan. Menurut saksi, karena belum merasakan pusing Irma belum diobati.

Hingga satu jam setelah kejadian dipatok ular, Irma merasakan mual-mual dan tiba-tiba sekarat ketika bersenda gurau dengan temanya di belakang panggung dan mendadak korban tersungkur dan tak sadarkan diri. Irma langsung dibawa ke rumah sakit sekitar pukul 23.00 WIB. Saat itu acara dangdut masih berlangsung karena biasanya orkes dangdut berakhir pukul 24.00 WIB.

Dia kemudian dilarikan ke rumah sakit Intan Barokah Karawang. Namun pihak rumah sakit tidak sanggup menangani hingga korban dirujuk ke RSUD Karawang.

“Tapi sebelum dokter RSUD datang nyawa Irma tidak tertolong lagi,” ujar Karya.

Hingga sore tadi, jasad Irma belum dikebumikan. Menurut keluarga, jasad Irma akan diautopsi terlebih dahulu. Keluarga rencananya akan menuntut pawang pemilik ular dan bos orkes dangdut karena tak ada iktikad baik dalam masalah ini. Bos orkes dangdut yang meminta Irma Bule menjadi bintang tamu juga tak muncul batang hidungnya. Sementara sang pawang ular terakhir muncul saat di rumah sakit hingga Irma meninggal (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *