Kenapa Wanita Lebih Mudah Menangis Dibanding Pria?

cryh

Ilustrasi perempuan menangis | Int

Chicago, LiputanLIMA.com – Pernahkah Anda terpikirkan, kenapa wanita lebih mudah menangis daripada pria? Wanita dan air mata sering dianggap sebagai sahabat baik yang sulit terpisahkan. Ternyata bukan karena sifat wanita yang cengeng, tapi anatomi tubuh dan faktor biologis yang membuatnya begitu. Wanita dewasa cenderung memiliki kadar prolaktin serum hampir 60 persen di atas rata-rata dari pria.

Hal tersebut diketahui melalui penelitian yang dilakukan Vengerhoest, psikolog klinis, diketahui wanita menangis 30-64 kali dalam setahun. Sedangkan pria jauh lebih sedikit, hanya 6-17 kali. Ia melakukan survei terhadap lebih dari 5000 orang dewasa di belasan negara mengenai hal ini.

Para wanita juga menangis sekitar 6 menit setiap kalinya, sementara pria menangis selama 2-3 menit saja. Ada banyak alasan mengapa pria hanya menangis sebentar, terutama karena faktor sosial. Citra pria yang jantan memang tidak cocok jika harus mengeluarkan air mata terlalu lama.

Meski begitu, ternyata secara biologis pria memang dibentuk untuk meneteskan air mata hanya sedikit.

“Beberapa penelitian jangka panjang menunjukkan bahwa pria memiliki saluran air mata yang lebih besar di mata mereka, sehingga kecil kemungkinan untuk membuat air mata ke titik tumpah dari kelopak mata ke pipi,” kata Geoffrey Goodfellow, seorang profesor di Illinois College of Optometry di Chicago.

Penelitian lain di tahun 1960 mengungkapkan, perempuan memang memiliki saluran air mata yang lebih pendek dan dangkal. Penelitian itu dilakukan dengan mengukur tengkorak pria dan wanita.

Kondisi hormonal, terutama testosteron, juga akan menghambat keluarnya air mata. Seperti diketahui kadar testosteron dalam tubuh pria jauh lebih banyak dibanding wanita. Pada pasien laki-laki yang mengidap kanker prostat misalnya, akan lebih cenderung menjadi lebih emosional ketika diobati dengan obat yang menurunkan kadar testosteron mereka.

Tapi ini bukan hanya tentang testosteron. Kembali pada 1980-an, ahli biokimia, William Frey H. dan timnya menganalisis susunan kimiawi air mata emosional dan membandingkannya dengan air mata yang disebabkan oleh iritasi pada mata. Ternyata,  air mata emosional mengandung prolaktin, hormon yang diproduksi oleh kelenjar hipofisis yang berhubungan dengan emosi (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *