Makin Tua, Otak Susah Diajak Belajar, Kok Bisa?

Ilustrasi | Int

Ilustrasi | Int

Makassar, LiputanLIMA.com – Kebutuhan manusia semakin besar akan teknologi yang membuat hidup semakin simpel. Hanya saja, untuk generasi yang lebih dewasa, itu merupakan tantangan baru.

Alasannya, generasi yang lebih dewasa tersebut rupanya kesulitan untuk beradaptasi dengan teknologi tersebut. Itu diungkapkan sebuah penelitian terbaru yang sampelnya menggunakan hewan mamalia.

Dua hewan berusia berbeda diperkenalkan dengan alat yang bisa memberi makanan hanya dengan cara menginjak sebuah tuas. Yang lebih muda terlihat cepat belajar, namun yang lebih tua terlihat kebingungan.

Dari hasil penelitian itu didapati, bahwa yang lebih dewasa memperlihatkan penurunan aktivitas atau kerusakan di sel-sel saraf di sirkuit otak bernama striatum yang terletak di dalam inti otak. Bagian otak ini dikenal berperan penting dalam menentukan kemampuan seseorang untuk beradaptasi.

Peneliti Dr J Bertran-Gonzalez dari Queensland Brain Institute menjelaskan, proses ini bersifat alami, artinya pasti terjadi pada mamalia manapun bila usia mereka bertambah, dan tidak menutup kemungkinan pada manusia juga.

“Justru kalau mereka enggan atau berhenti beradaptasi, mereka akan jadi apatis, yang kemudian memicu penurunan kognitif dan demensia pada beberapa kasus,” terangnya seperti dilaporkan ABC Australia.

Bertran-Gonzales menambahkan, studi ini juga membuktikan bahwa otak tak ubahnya otot yang bisa berfungsi dengan baik jika dipakai bekerja atau dilatih. “Makin sering diajak kerja, makin baik responsnya,” tutupnya.

(*/Luqman)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *