Terungkap, Fungsi Misteri Kantong Kecil pada Jeans

664xauto-terungkap-fungsi-misterius-tombol-kecil-di-kantong-jin-160425t

Terungkap Fungsi Misteri Kantong Kecil pada jeans | Int

Makassar, LiputanLIMa.com – Kantong kecil pada celana jeans awalnya ternyata bukan sekadar hiasan. Seorang ahli jeans mengungkap kisah menarik di balik terciptanya kantong kecil itu.

Pada dasarnya , model standar celana jeans punya 5 kantong. Dua di bagian belakang dan tiga lagi di depan. Namun, satu kantong pada bagian depan ini berukuran lebih kecil dan berada di atas saku sebelah kanan yang ukurannya lebih besar.

Selama ini mungkin kamu bertanya, apa fungsi kantong kecil itu, toh juga tidak pernah dipakai , mengapa harus ada kantong itu ? Untuk menyimpan koin, terlalu sempit. Apalagi untuk Ponsel, pasti tidak cukup.

Menurut situs Levi’s Strauss, kantong kecil itu rupanya dibuat untuk menyimpan jam saku. Levi’s mendesain kantong ini untuk para cowboy menyimpan jam mereka.

“Ini kantong jam. Kembali pada tahun 1800-an, cowboy biasanya menggunakan jam pada rantai dan menyimpannya di rompi mereka. Untuk menjaga supaya tidak rusak, Levi memperkenalkan saku kecil ini di mana mereka dapat menyimpan jam mereka.”

Saat ini jam yang dirantai itu sudah tidak dipakai, lalu kenapa saku itu masih dipertahankan ?
Mengenai pertanyaan itu, juga ada penjelasan. Levi Strauss menyatakan, kantong itu “disukai oleh pecinta jeans”. Jadi meski fungsinya sudah memudar, kantong itu masih saja dipasang.

Lalu Untuk Apa Ada Tombol Kecil pada Kantong Tersebut?

Celana jeans umumnya memiliki sembilan bagian atau fitur dasar yang tak berubah selama 150 tahun. Dan salah satu bagian yang tetap itu adalah rivet atau di Indonesia sering disebut paku keling.

Benda kecil mirip tombol mini ini sering ditemui menempel pada persimpangan jahitan atau masing-masing ujung kantong celana jeans. Dan kebanyakan orang-orang tidak tahu fungsi dari rivet yang biasanya dibuat dari tembaga tersebut.

Sebagian orang mungkin tidak terlalu memperhatikan rivet ini. Mereka menganggap rivet adalah hiasan agar celana jeans terlihat kokoh dan kuat. Atau menganggap rivet bagian dari desain saku celana jeans.

Padahal, rivet ini ada tidak hanya untuk alasan estetika. Rivet memiliki sejarah yang menarik, dan dipasang di celana jeans karena ada tujuannya.

Sejak terjadi Gold Rush atau penambangan emas besar-besaran di California pada tahun 1848, para penambang tidak bisa bekerja dengan nyaman karena celana yang mereka pakai sering melorot. Selain itu, kantong atau saku celana mereka cepat sobek saat sering dipakai menaruh hasil tambang.

Salah satu pelanggan Levi Strauss (orang yang mempopulerkan jeans), Jacob Davis, adalah seorang penjahit dari Reno, Nevada.

Dia memiliki ide untuk menggunakan pengencang dari logam untuk mengikat kantong dan jeans bersama-sama. Ia kemudian membuat paku keling tembaga untuk memperkuat pinggiran dan ujung celana yang cenderung mudah sobek.

Celana jeans berpaku buatan Davis akhirnya menjadi populer di Reno.

Tentu saja, Davis ingin mematenkan ide untuk melindungi penemuannya. Sayangnya, pria ini tidak memiliki cukup dana untuk itu.

Pada tahun 1872, Davis menulis surat kepada Strauss dan menawarkan kesepakatan. Strauss menerima tawaran Davis. Setelah mengurus proses hukumnya, Strauss mulai memproduksi celana jeans berpaku tembaga sejak saat itu.

Penemuan Davis dipatenkan pada tanggal 20 Mei 1873. Dia juga menjadi manajer produksi bagi perusahaan jeans Strauss. Berkat orang-orang ini dan rivet temuan Davis, celana jeans dapat bertahan sangat lama, dilansir dari  Mirror.co.uk (*)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *