Hati-hati Konsumsi Ikan Ini, Racunnya Lebih Kuat Dari Sianida

Ikan Buntal | Int

Ikan Buntal | Int

Makassar, LiputanLIMA.com – Beberapa hari yang lalu pada 7 Mei 2016, berlokasi di kabupaten Lumajang kecamatan Tempirsari, empat remaja meninggal dunia setelah memakan ikan buntal. Ikan itu mereka temukan di Pantai Licin, Desa Lebak, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang.

Ternyata Ini bukan kejadian pertama. Pada Desember 2012, kakak-beradik Jumiati (15 tahun) dan Iskandar (1) warga desa Pasie Alue Kuta, Kecamatan Jangka, Kabupaten Bireuen, Aceh, juga tewas setelah memakan nasi dengan lauk pauk goreng hati ikan buntal di rumahnya.

Di beberapa daerah ikan dari ordo Tetraodontiformes ini dikenal dengan nama berbeda, misalnya ikan gembung (Aceh), fugu (Jepang), bok (Korea), hetun (Tiongkok). Sementara itu orang Barat menyebutnya balloonfish, globefish, blowfish atau pufferfish.

Racun yang dimiliki ikan buntal, senenarnya merupakan mekanisme pertahanan terhadap predator. Selain menggelembungkan tubuhnya, ikan ini juga memproduksi racun yang sangat mematikan predator untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya.

Bukan hanya di empedu saja yang berbahaya, tetapi di Organ-organ bagian dalam seperti hati, limpa, kandung telur serta kulit ikan buntal mengandung tetrodotoxin yang sangat berbahaya jika dimakan.

Yang lebih mencangangkan lagi, racun dalam ikan buntal ini sangat kuat. racunnya bisa 20 kali sianida. Bahkan Seekor ikan buntal mempunyai racun yang dapat membunuh 30 orang dewasa.

Orang yang terkontaminasi racun ikan buntal akan muntah, mencret, serta mengalami disfungsi otot napas.

Kalaupun anda ingin mengkonsumsi ikan ini kehati-hatian adalah syarat utama dalam mengolah ikan buntal. Tentunya Selain memisahkan antara bagian yang bisa dimakan dan bagian yang tidak bisa dimakan, Ini untuk menghindari adanya bagian tubuh ikan yang beracun yang masih ada di bagian dalam.

Kalau belum memiliki keahlian dalam mengelola ikan jenis ini, lebih baik anda mencari ikan alternatif lain yang jauh lebih enak dan aman tentunya.

(Syaifuddin)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *