Tembus Seribu Pasien, Pelayanan EKG Setara Setengah Milyar Rupiah

1617497Makassar1780x390

Ilustrasi | Int

Makassar, LiputanLIMA.com – Wali kota Makassar Mohammad Ramdhan ‘Danny’ Pomanto menyampaikan pelayanan pemeriksaan jantung (EKG) pada Makassar City (MC) Expo 2016 telah berhasil tembus seribu lebih pasien. Hal itu diutarakan saat Penutupan MC Expo 2016 di anjungan pantai Losari, Rabu, (11/05/2016).

Jika dinominalkan dengan biaya EKG di rumah sakit bertaraf internasional bisa mencapai Rp 500 ribu per satu kali periksa dikalikan 1.000 pasien maka, kata Danny setara Rp 500 Juta atau Setengah Milyar Rupiah.

Antusiasme warga terlihat sejak hari pertama pembukaan MC Expo 2016 pada Rabu, (8/05) lalu yang melayani 394 pasien. Mereka tidak hanya berasal dari Makassar, di antaranya ada yang berasal dari daerah tetangga, kabupaten Maros.

“Alhamdulillah. Layanan EKG gratis bisa dinikmati 1.185 pasien dari 1.000 target yang ditetapkan,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan kota Makassar, Naisyah Tun Azikin.

Ada 46 unit fasilitas EKG yang disiapkan yang berasal dari 46 Puskesmas se – kota Makassar yang dioperasikan oleh 46 dokter dibantu 46 perawat.

Tak perlu ribet jika ingin menikmati fasilitas gratis ini, cukup mengunjungi bilik EKG, mendaftarkan diri, lalu menunggu giliran pemeriksaan. Selang beberapa menit kemudian pasien dipersilahkan berbaring di ranjang, dan dokter dibantu perawat dengan cekatan menempelkan alat pemeriksa jantung di dada, kedua pergelangan tangan, dan pergelangan kaki.

Lima sampai sepuluh menit kemudian hasilnya akan terlihat pada layar komputer dan dicetak. Sebelum hasil diserahkan, dokter memberikan penjelasan terkait kondisi kesehatan jantung pasien.

Sanatang (45) warga Jalan Rajawali merasa sangat bersyukur dengan adanya program pemerintah kota yang menyediakan layanan pemeriksaan jantung gratis bagi warganya.

Ini adalah kali pertama bagi Sanatang memeriksakan kesehatan jantungnya, “Memang sering cepat merasa lelah,” aku Sanatang. Dari hasil pemeriksaan dokter, diketahui Sanatang memiliki riwayat penyakit jantung.
Oleh dr. Ermafuri dari Puskesmas Mamajang yang menanganinya, Sanatang yang sehari – hari bekerja sebagai asisten rumah tangga dianjurkan menurunkan berat badan.

“Ibu Sanatang punya riwayat jantung, kita anjurkan untuk pemeriksaan lanjutan di Puskesmas atau rumah sakit,” terang dr. Ermafuri.

Sementara itu, Andriyani (58) pasien yang ikut memeriksakan kondisi jantungnya mengaku program ini sangat bermanfaat bagi masyarakat terutama mereka yang berpenghasilan rendah, “EKG ini kan barang mahal, kalau kita periksa ke rumah sakit bisa sampai ratusan ribu rupiah. Adanya pemeriksaan jantung gratis sangat menolong,” ujarnya.

Senada dengan itu, Rika, pendengaf setia RRI Pro 4 yang sehari – hari bekerja sebagai penjahit juga memanfaatkan layanan EKG gratis. Ia mengeluh sering merasakan sakit di bagian dada, “Alhamdulillah. Hasilnya normal. Bersyukur sekali pemerintah kota Makassar punya layanan EKG gratis. Semoga bisa terus seperti ini. Terima kasih Pak Wali, terima kasih pemerintah kota,” ujar Rika.

Layanan EKG gratis adalah salah satu program yang diluncurkan Wali kota Danny bersama jajarannya. Layanan ini menyatu pada program Home Care (Dottorotta) yang juga dikenal dengan nama Telemedicine. Setiap program yang dilahirkan oleh Pemerintahan kota Makassar ditujukan untuk memberikan kemudahan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Di dua tahun DIA, Danny mengharapkan seluruh program yang digagasnya bersama pemerintahannya, manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, “Pemerintah bekerja untuk rakyat. Amanah yang dipercayakan kepada kami, dua tahun memimpin Makassar dapat disaksikan di sini. Inilah salah satu bentuk pertanggungjawaban kami. Setiap langkah yang kami ambil seluruhnya demi Makassar dua kali tambah baik, demi kemajuan kita bersama,” ungkap Danny

(Ahmad/Suryani Musi)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *