Tahun Depan, Jerman Legalkan Penggunaan Ganja

1

Ilustrasi Ganja | Int

Jerman, LiputanLIMA.com – Menteri Kesehatan Jerman, Hermann Gröhe dalam sebuah siaran pers Kementerian Kesehatan Jerman menyatakan bahwa negaranya akan melegalkan ganja untuk tahun depan.

Penggunaan ganja dibatasi untuk kepentingan medis, hanya untuk pasien sakit parah yang telah berkonsultasi dengan dokter dan tak memiliki alternatif terapi lain. Dosis ganja yang diperbolehkan akan diputuskan oleh Kabinet Jerman.

Langkah tersebut diambil Jerman karena beberapa negara telah mulai melonggarkan hukum mengenai penggunaan ganja, baik untuk medis atau rekreasi.

Amsterdam, Belanda, negara tetangga Jerman merupakan negara yang terkenal akan longgarnya hukum tentang penggunaan ganja.

Gröhe juga mengatakan bahwa ia ingin perusahaan asuransi kesehatan untuk membayar tagihan bagi pasien sakit parah untuk mengakses obat ganja jika pengobatan lain gagal dan tidak ada alternatif terapi lain yang tersedia.

Meski begitu, komisaris obat negara tersebut Marlene Mortler tetap memperingatkan bahwa ganja tak boleh dianggap benar-benar aman.

 “Namun, ganja bukanlah zat yang tak berbahaya, legalisasi untuk kesenangan pribadi bukanlah tujuan dari kebijakaan ini. Kebijakan ini dimaksudkan untuk penggunaan medis saja,” tegasnya.

Sementara itu, Menteri Kesehatan Kanada mengatakan bahwa negaranya akan memperkenalkan undang-undang ganja federal saat musim semi 2017.

Distrik Kolombia, Kolorado, Washington, Alaska dan Oregan di Amerika Serikat semuanya telah menyetujui penggunaan ganja untuk rekreasi (meskipun masih dianggap kejahatan di AS).

Selain itu, Guam dan 24 negara bagian Amerika  mengizinkan beberapa bentuk penggunaan ganja untuk medis, menurut Konferensi Nasional Legislatif Negara.

Lebih jauh ke selatan, Chili baru-baru ini membuat ladang ganja legal terbesar di Amerika Latin. Pada 2013, Uruguay menjadi negara pertama yang sepenuhnya melegalkan penggunaan ganja untuk rekreasi bagi orang dewasa. Hukum juga memberikan wewenang bagi negara untuk mengatur regulasi produksi, distribusi dan penjualan tanaman ganja (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *