Katie, Warga Australia yang Takjub Keramahan Wali Kota Makassar

Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto | Ist

Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto | Ist

Makassar, LiputanLIMA.com – Katie Caughlan, nama lengkap perempuan berkewarganegaraan Australia mengungkapkan rasa takjubnya dengan keramahan Wali Kota Makassar, Moh. Ramdhan ‘Danny’ Pomanto.

Katie bersama kedua putrinya, Saktika Dewi (3 bulan) dan Lauria Ayu (4 tahun) pun memperlihatkan perasaannya tersebut usai menemui wali kota Makassar di rumah jabatanya, (19/5/2016).

“Takjub dengan Pak Wali Kotanya, Saya kagum wali kotanya yang sangat ramah, saya diterima dengan baik termasuk putri saya sempat dicanda-candain tadi,” ucapnya.

Katie, warga kota Lismore, Australia ini ke Indonesia dalam rangka liburan ke daerah kelahiran suaminya, Yogyakarta. Di Makassar sendiri, Katie menjadi peserta pada Makassar International Writer Festival yang diadakan di Benteng Rotterdam.

Ia kemudian menemui Danny sembari menyampaikan surat wali kota Lismore, Jenny Dowell untuk mengingatkan kembali hubungan kota kembar (twin city) antara Lismore dan Makassar yang pernah terjalin sejak tahun 1981 lalu.

Selain itu, Ia menyerahkan sebuah buku tentang sejarah Lismore dan berharap hubungan twin city ini bisa kembali terjalin meski tidak secara formal.

“Hubungan keduanya saat ini fakum (dormant) namun sembari belum aktif dalam level formal negara tapi pada tataran grassroots antara masyarakatnya bisa terjalin dalam hubungan seperti musik, film, dan bentuk seni lainnya. Sebelumnya kita juga telah melakukan pemutaran film Makassar di balaikota kami,” terang Katie.

Selama di Makassar, Katie mengaku nyaman dan aman. Pernah kuliah di UGM Yogyakarta membuatnya mengerti banyak hal, terlebih suaminya orang asli Jogja, bahasa Indonesianya pun sangat fasih dan lancar.

“Karena saya lama di Jawa dan stereotype-nya Jawa semua, ternyata kota Makassar jauh lebih maju dan jauh lebih besar dari bayangan saya,” pungkas Katie.

Awalnya, Katie mengaku sempat dilarang ke Makassar. Alasannya, Makassar adalah derah pelabuhan yang tentu karakter masyarakatnya kasar.

Namun hal berbeda ia dapatkan sebab sesampai di kota ini justru ia mendapatkan perlakuan penuh persahabatan.

“Di sini banyak yang ingatkan saya, hati-hati jaga tasnya. Saya bingung orang di sini ramah-ramah semua kenapa saya disuruh jaga tas, bahkan ada yang menggendongkan bayi,” ucapnya penuh kagum.

Katie merasa menyesal hanya 4 hari berada di Makassar. Namun ia memastikan akan kembali lagi ke kota ini. Katie yang juga anggota komite penasehat sister city Lismore ini juga memuji keindahan pantai losari. Jarang kata Katie kota besar yang memiliki pantai di tengah-tengah kotanya.

(Rilis)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *