Fakta di Balik Tawaran “Kenikmatan” Robot Seks

d

Ilustrasi boneka seks | Int

Amerika, LiputanLIMA.com – Dalam bukunya Love and Sex with Robots, David Levy memperkirakan manusia dengan robot akan menikah dan akan diresmikan pada 2050.

Meski kedengarannya seperti revolusi seksual, namun di fakta di balik itu semuanya justru lebih rumit. Membuat dan merancang robot untuk dijadikan sebagai alat untuk hubungan seksual akan lebih sulit dibandingkan dengan apa yang dibayangkan sebelumnya. Satu perusahaan tidak bisa begitu saja menciptakan robot seks tanpa melakukan penelitian dan memperhatikan peraturan terlebih dahulu.

Hal tersebut digambarkan dalam dua film baru-baru ini, Her dan Ex Machina, para produser film mengeksplorasi konsep yang cukup menantang; apakah manusia bisa jatuh cinta dengan robot atau apakah orang mau berhubungan seks dengan AI (artificial inteligence)-intelejensia artifisial atau robot.

Tentu saja, karena bukan pertama kalinya orang dikaitkan dengan manusia buatan, hal tersebut justru sudah ada dalam mitologi Yunani Pygmalion.

Namun, di tengah perkembangan AI dan robot yang semakin maju, sejumlah pihak bahkan mengklaim telah merancang robot untuk bercumbu dan berhubungan seks.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *