Jokowi : Jangan Awal Mesra, Nanti di Pertengahan Berantem

Presiden Joko Widodo. Int

Presiden Joko Widodo. Int

Jakarta, LiputanLIMA.com – Presiden Joko Widodo meminta kepala daerah-wakil kepala daerah yang sudah terpilih dan dilantik saling mengisi dan tidak saling bertarung. Menurut dia, kepala daerah dan wakilnya harus menjadi tim yang solid.

“Saya kepada gubernur dan wakil gubernur, bupati dan wakil bupati, walikota dan wakil walikota menjadi satu kesatuan yang saling melengkapi, memperkuat, jangan awal mesra nanti di pertengahan berantem, jangan terjadi” kata Jokowi saat memberikan arahan kepada kepala daerah di Istana Negara, Jumat (8/4/2016).

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini menambahkan bahwa banyak pasangan kepala daerah dan wakilnya mesra di awal-awal pemerintahan tapi, ketika sudah di pertengahan masa jabatan, cenderung tak akur.

Presiden meminta semua kepala daerah dan wakilnya selalu akur karena ditunggu masyarakat. “Berantem itu, bertarung ya lima tahun sekali, setelah itu jadi satu lagi, bekerja. Jangan bertarung saja kerjanya,” ujarnya.

Presiden juga meminta lawan politik para kepala daerah dirangkul. Ia mencontohkan kelompok guru atau kelompok kepala sekolah yang dulu tidak mendukung dipindahkan ke daerah pelosok terpencil.

Hal ini, kata dia, tidak bisa dilakukan. “Ada yang seperti itu, dipikir saya tidak tahu? Saya tahu semuanya. Karena ada intelijen, ada semuanya. Di daerah mana saja, saya hafal,” ucapnya.

Pagi tadi, 471 kepala daerah-wakil kepala daerah hadir di Istana Negara untuk mendapatkan pengarahan dari Presiden, Wakil Presiden, dan Menteri Dalam Negeri. Sebanyak 185 bupati dan 30 wali kota, dengan wakil masing-masing, hadir di Istana Negara. Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menjadi yang pertama memberi arahan, kemudian disusul Wapres dan Presiden.

(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *