Dituding Hentikan Eks PNPM, Marwan: Kami Malah Berikan Pekerjaan

images (66)

Menteri Desa, Transmigrasi dan Daerah Tertinggal, Marwan Jafar | Int

Makassar, LiputanLIMA.com – Terkait aksi unjuk rasa yang dilakukan eks fasilitator program PNPM, Menteri Desa, Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Marwan Jafar memberikan penjelasan. Pihaknya membantah memutus pekerjaan para fasilitator Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) tersebut.

Menteri asal PKB tersebut menjelaskan PNPM sudah lama berakhir saat masih berada di bawah naungan Kementerian Dalam Negeri.

“Tidak ada itu. Kementerian Desa memutus kontrak mereka. Justru kami yang beri pekerjaan ke mereka,” ujar Marwan dalam konferensi pers di kantor kementeriannya, Minggu (10/4/2016).

Penjelasan ini menyambut aksi yang dilakukan mantan PNPM di kantornya dan menuntut diperpanjang kontraknya oleh Kemendes. Kementerian ini juga dituding sebagai penyebab PNPM ditiadakan lagi.

Menurut Marwan, Dalam Undang-undang Desa tidak termuat nomenklatur mengenai pendamping desa dari eks PNPM karena program itu mandiri, sementara UU Desa punya mandat yang berbeda. Namun pihaknya tetap merekrut mereka sebagai Pendamping Desa baik ditingkat desa maupun kecamatan.

“Sebenarnya bisa saja kami gunakan tenaga lain di kabupaten atau kecamatan untuk pendampingan desa. Tapi kami gunakan jasa mereka. Kurang apa ini?” kata Marwan.

Aksi yang dilakukan eks fasilitator PNPM ini menuntut agar tidak ada lagi seleksi bagi mereka. Para fasilitator ini meminta pemerintah melalui menteri desa untuk mengontrak mereka selama lima tahun. Kontrak mereka dimulai sejak Juli 2015 dan akan habis pada akhir Mei 2016.

(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *