Tolak Rujuk Pasien BPJS, ini Penjelasan Kapus Ponre Bulukumba

IMG-20160316-WA0007

Ilustrasi | Dok LiputanLIMA.com

Bulukumba, LiputanLIMA.com – Beredar kabar ditolaknya pasien BPJS atas nama Raru, warga Desa Dampang, Kecamatan Gantarang Bulukumba, telah memantik kontroversi di masyarakat Bulukumba. Raru dikabarkan ingin mengambil surat rujukan dari puskesmas Ponre untuk selanjutnya berobat ke dokter spesialis mata.

Kepala Puskesmas Ponre, Siti Dahariah yang dikonfirmasi LiputanLIMA.com menjelaskan bahwa ada informasi yang tidak utuh diterima masyarakat pada persoalan ini.

“Sebaiknya persoalan ini dipahami secara utuh, agar tidak ada kesalah-pahaman,” ujar Dahariah, Selasa (12/4/2016).

Dijelaskan bahwa pasien tersebut telah menjalani operasi mata pada 2015 silam dan selanjutnya dinyatakan sehat. “Kemudian ada ngilu di sekitar mata. Dokter puskesmas telah memeriksa dan diberikan obat. Dokter minta jika gejala ngilu tidak hilang, agar segera datang lagi,” jelasnya lagi.

Namun menurutnya anak Raru ngotot untuk meminta rujukan. Disinilah dokter merasa bahwa ngilu yang dirasakannya masih bisa ditangani dan belum perlu dirujuk ke spesialis.

“Jadi Dokter kebingungan memberikan diagnosa lanjutan untuk rujukan. Karena ngilu itu bisa diatasi di unit puskesmas kami,” ujar Daharia.

Kepala Puskesmas Ponre juga berharap agar ke depan masyarakat meningkatkan kepercayaan atas kemampuan petugas puskesmas menangani masalah kesehatan. “Kalau kami tidak mampu tangani, pasti dirujuk,” tutupnya.

(Hek)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *