DPRD Takalar Gagas Perda Pelestarian Adat

 

DPRD Takalar menunjukkan keseriusan perlindungan adat dengan mulai menindak lanjuti Perda Inisiatif Pelestarian, Perlindungan Cagar Budaya dan Kelembagaan Adat.

Pertemuan DPRD Takalar dengan lembaga adat membahas Perda Inisiatif Pelestarian, Perlindungan Cagar Budaya dan Kelembagaan Adat, Selasa (19/4/2016) | Dok

Takalar, LiputanLIMA.com – DPRD Takalar menunjukkan keseriusan perlindungan adat dengan mulai menindak lanjuti Perda Inisiatif Pelestarian, Perlindungan Cagar Budaya dan Kelembagaan Adat.

Sebagai langkah konkret, Badan Legislasi mengundang para pemangku adat di kabupaten Takalar, Selasa (20/4/2016) siang. Rombongan pemangku adat dipimpin oleh A. Makmur Sadda selaku pemangku adat Karaeng Polombangkeng.

Ketua Badan Legislasi DPRD Takalar, Makmur Mustakim menjelaskan pertemuan ini digagas untuk membangun kesepahaman awal demi terealisasinya perda ini. “Kita meminta masukan dari semua pemangku adat,” ujar politisi PPP.

Makmur Mustakim menambahkan bahwa upaya ini adalah bentuk komitmen DPRD Takalar terhadap pelestarian adat. “Suka tidak suka, kita harus akui modernitas menggerus nilai adat dan budaya kita,” jelasnya.

Untuk kepentingan terarahnya diskusi, tampak hadir akademisi Unhas, Prof. Aminuddin Salle yang juga putra Takalar. “Sebagai kecintaan terhadap adat dan budaya, kita mendukung niat DPRD Takalar,” ujar dosen Hukum Adat Unhas.

Aminuddin berharap pertemuan ini menjadi titik awal pelestarian adat dan budaya di Takalar. Kita sudah satukan persepsi. Kami akan support,” ujar akademisi asal Galesong.

Rombongan ini juga menyerahkan berita acara kesepahaman para pemangku adat serta Draft Naskah Akademik.
Adapun yang hadir di rombongan ini adalah Pemangku Adat Karaeng Polombangkeng, Karaeng Sanrobone, Karaeng Laikang dan Karaeng Sanrobone.

(Hek)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *