Reklamasi CPI Digugat, Gubernur Sulsel: Kita Tunggu Hasilnya

Center Poin of Indonesia | Int

Center Poin of Indonesia | Int

Makassar, LiputanLIMA.com – Gugatan izin reklamasi megaproyek Center Poin of Indonesia (CPI) terus bergulir di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN). Dalam sidang, Selasa (19/4/2016) kemarin, pihak penggugat kembali diminta melengkapi surat-surat pembuktian.

Kepada LiputanLIMA.com, perwakilan penggugat Muhammad Al Amin sangat yakin proyek tersebut tidak mengantongi izin. Alasannya kata dia, Pemprov Sulsel pada tahun 2013 belum punya peraturan daerah (Perda) terkait hal tersebut.

“Sehingga SK yang diterbitkan ketika itu dianggap tidak berasaskan pada hukum,” katanya.

Menanggapi hal itu, Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, masih belum belum mau mengambil langkah. Mantan bupati Gowa itu akan menunggu hasil putusan PTUN terkait izin reklamasi di kawasan pantai barat Makassar tersebut.

“Saya ini digugat, kita tunggu saja hasilnya,” ujarnya saat berada di Kantor Balaikota Makassar, Selasa (19/4/2016).

Hanya saja, Syahrul memastikan kalau semua proyek yang dicanangkan akan tetap berjalan. Terlebih kata dia, proyek reklamasi di kawasan pantai barat itu telah melewati kajian, apalagi pembangunan wisma negara di atas lahan CPI sudah direncanakan sejak lama.

Ketua DPD I Golkar itu juga menyampaikan kalau gugatan serupa sudah pernah ia rasakan. Namun, ia bersikukuh menyelesaikan proyek yang sudah dicanangkan.

“Seperti pembangunan Karebosi itu juga menuai pro kontra seperti ini. Saya mau menghadirkan proyek monumental yang bermanfaat untuk anak cucu kita,” katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, sejumlah komunitas menggugat CPI, terkait izin reklamasinya. Lantaran dinilai akan merugikan hak warga dan berdampak pada rusaknya lingkungan dan penggusuran paksa serta hilangnya mata pencaharian nelayan serta masyarakat pesisir.

(Saefullah/Luqman)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *