Mahasiswa Unibos Minta Kapolda Agar Polisi Ditangkap

20160504144325

Mahasiswa Universitas Bosowa Makassar Aksi dibawah Fly Over, Rabu 4/5/2016 | Saifullah

Makassar, LiputanLIMA.com – Aksi damai yang dilakukan oleh sejumlah mahasiswa gabungan dari berbagai kampus di Makassar dalam rangka memperingati hari pendidikan nasional ternyata menyebabkan masalah di kalangan mahasiswa Universitas Bosowa (Unibos) Makassar.

Mereka memperingati hari nasional dengan menggelar aksi damai yang dikawal langsung oleh anggota kepolisian di bawah jembatan layang (Fly Over) Makassar, dua hari lalu, diduga ada tindak kekerasan yang dilakukan oknum polisi terhadap mahasiswa Unibos.

Membuat mahasiswa Unibos kembali aksi dengan tuntutan berbeda dari sebelumnya. Jika dua hari lalu memperingati hari pendidikan nasional, kini mereka aksi menuntut pihak kepolisian untuk bertindak tegas terhadap kekerasan yang dilakukan oleh pihak kepolisian.

Mahasiswa yang diduga terkena tindak kekerasan, satu orang dari Fakultas Ekonomi dan dua orang dari Fakultas Teknik Unibos. Mereka turun aksi menuntut pihak kepolisian bertindak tegas terhadap onggota polisi yang melakukan kekerasan terhadap tiga mahasiswa Unibos.

Orasi ilmiah yang dipimpin langsung Oleh Rahmat Hidayat koordinator bimbar didampingi koordinator lapangan, Syaiful sangat menyayangkan pengawalan dari pihak kepolisian pada saat itu.

“Polisi notabenenya sebagai pengayom dan pelindung masyarakat, tidak lagi mencerminkan hal tersebut, ┬ájustru melakukan tindakan kekerasan,” ungkap Syaiful dalam orasinya, Rabu (4/5/2016).

Setidaknya ini dinilai sudah menjadi catatan besar bagi mahasiswa Unibos bahwasanya kepolisian daerah kota Makassar hari ini sudah tidak meperlihatkan etika yang baik dalam pengawalan aspirasi

Aksi yang tergabung dalam aliansi BEM Unibos Makassar tersebut menulis pernyataan sikap, yakni:

Meminta pertanggungjawaban Bapak Kapolda Sulselbar atas tindakan Refresip dilakukan oleh Oknum Kepolisian terhadap Mahasiswa Universitas Bosowa Makassar.

Mendesak Kapolda SulselBar untuk segera menangkap dan memproses secara hukum oknum polisi yang terlibat dalam penganiayaan terhadap tiga orang mahasiswa Unibos.

Copot Kapolrestabes kota Makassar karena tidak mampu mengawal aksi demonstran pada peringatan hari Pendidikan Nasional tanggal 02 Mei 2016.

Rahmat Hidayat bersama anggota aksi lainnya, orasi di bawah Fly Over sembari mengumpulkan massanya dari Unibos untuk menuju ke kantor Kepolisian Daerah (Polda) Sulselbar di Kecamatan Biring Kanayya, Rabu (4/5/2016).

Tidak lama, puluhan massanya pun terkumpul, ia menahan mobil kemudian mengarahkan anggotanya menuju mobil yang ditahannya dan segera mengarah ke Polda sulselbar.

(Saifullah/Suryani Musi)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *