Penyalahgunaan Dana Bergulir, Kejati Terus Menyisir Koperasi

0704160828_17-kelompok-terima-dana-bergulir-bkan

Ilustrasi dana bergulir | Int

Makassar, LiputanLIMA.com – Dana bergulir yang dikelola di bawah Kementrian Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (KUKM) untuk kepentingan modal usaha bagi Masyarakat, terindikasi ada dugaan penyalahgunaan.

Kasus ini diusut terus oleh bidang tindak pidana khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulselbar dengan surat perintah penyelidikan.

Hingga hari ini, jaksa yang telah ditunjuk untuk melakukan penyelidikan terus berusaha dengan memanggil oknum yang dianggap mengetahui aliran dana koperasi tersebut.

Sedikitnya pihak Kejati Sulawesi Selatan dan Barat (Sulselbar), pemegang surat perintah penyelidikan sudah mengambil keterangan kepada empat orang yang dianggap tahu dengan aliran dana itu.

Guna sebagai bahan analisa oleh penyelidik yang akan menjadi pendukung alat bukti bila ditemukan benar ada dugaan penyalah gunaan wewenang.

Sehari sebelumnya, Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasipenkum) Kejati Sulselbar membeberkan bahwa hari ini telah dijadwalkan ada pemanggilan kepada beberapa dari eks dana koperasi.

Kasipenkum mengatakan kasus koperasi di Kejati terus berjalan, dan besok ada agenda untuk permintaan keterangan, hanya saja ia tidak mengetahui siapa nama oknum yang dipanggil.

“Tetapi untuk nama koperasi nanti kita lihat,” ungkap Salahuddin.

Dikonfirmasi terkait nama-nama yang sudah diambil keterangannya, Salahuddin tidak mengelak, “Koperasi yang sudah dipanggil saya lupa datanya, tapi ada dari Mandiri Syariah dan sudah ada sekitar empat orang yang sudah dipanggil,” jelasnya.

Ini akan terus bergulir sesuai dengan kebutuhan tim, dalam penyelidikan ini, “Tim yang diturunkan, saya tidak terlalu tau, namun ada beberapa tim yang diturunkan,” ungkapnya.

Salahuddin menambahkan bahwa hari ini pengambilan keterangan kepada pihak terkait yang dianggap mengetahui aliran dana koperasi, diundur ke hari Senin depan. Walaupun telah dijadwalkan sebelumnya, namun ada tamu jadi ditunda.

“Hari ini tidak ada pemeriksaan, karena ada tamu, jadi difokuskan pada hari Senin,” ungkap Salahuddin kepada LiputanLIMA.com, Rabu (4/5/2016).

Diketahui bahwa awal diusutnya kasus ini hanya ada 20 koperasi saja di Makassar diduga terlibat dalam kasus penyalahgunaan anggaran.

Namun, dalam pengusutan, pihak Kejati kembali menemukan dugaan pada dua Koperasi Multiguna dan Hokipratama Syariah.

(Saifullah/Suryani Musi)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *