Aksi Pemuda Muslim jakarta kepung Bundaran HI untuk Aleppo.

Dok

Dok

Jakarta, LiputanLIMA.com – Pagi tadi, Ahad (8/5/2016), puluhan komunitas sosial dan pemuda Islam mengadakan aksi solidaritas kemanusiaan yang mengutuk kezaliman Rezim di Aleppo Suriah. Aksi damai ini bertema “Silence is a War Crimw ” menggerakkan ratusan massa pemuda untuk menghentikan kebungkaman bangsa ini.

Suriah dalam 5 tahun ini mengalami konflik kemanusiaan yang menyedihkan. Rakyat tak berdosa harus menanggung derita karena kepongahan rezim yang semena-mena. Rezim yang menghadapi tuntutan rakyatnya dengan lemparan bom dan todongan senjata.

Keadaan kembali memanas dan mengoyak kemanusiaan yang lama diam. Aleppo, mendapat giliran bombardir dan kebengisan rezim. Ratusan jiwa rakyat sipil melayang dan kehilangan keluarga dan tempat tinggal.

Diiringi aksi FrezeeMob dan puisi dari komunitas Spirit of Aqsa (SoA), aksi ini berhasil menyodot perhatian dan dukungan warga. Bahkan, terlihat sosok Adyaksa Daud turut menandatangani petisi dukungan. Ia sangat mendukung dan berterimakasih telah melakulan gerakan kepedulian seperti ini.

Setelah orasi dari berbagai elemen komunitas, massa lalu memutari bundaran HI dan ditutup dengan Doa untuk keselamatan rakyat suriah.

Aksi ini terselenggara oleh Gerakan Solidaritas Muslim yang menghimpun berbagai komunitas diantaranya Jakarta Sinergi, Peduli Jilbab, SoA, Gema 165, Gemma, YISC Al Azhar, Ashabul Kahfi, Q-Gen, ODOJ, DDV, Sedekah Harian Jakarta, dan komunitas Muda Berdakwah.

Abu Naqib, selaku panitia menjelaskan kepada LiputanLIMA.com, bahwa aksi ini bertujuan untuk menggalang bantuan kemanusiaan tuk para korban di Aleppo serta menyuarakan bencana kemanusiaan ini kepada rakyat indonesia.

Dari panitia pun membuka kesempatan kepada siapa saja untuk turut berpartisipasi sebagai bentuk kepedulian terhadap bencana kemanusiaan di Aleppo, dengan berdonasi melalui Rek. 0309930991(BNI Syariah)  a.n Islahuddin Idris qq FIPS kemudian konfirmasi transfer 08159286168.

“Donasi yang terkumpul selama 2 jam aksi adalah sebanyak Rp.17.500.000, 2 Real, 4 dolar singapore, dan 1 dolar US,” beber Abu Naqib.

(Ilham)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *