Danny : Reklamasi Tidak Salah, Cuma Korupsinya yang Bahaya

13161849_995808143866511_5243580269488536726_o

Danny bersama Bapak Hidayat Nur Wahid dan Bapak Mulyadi P. Tamsir yang merupakan Ketua Umum PB HMI melakukan diskusi bertajuk “Reklamasi Ekonomis Versus Ekologis” yang diselenggarakan oleh PB HMI Pusat di Gedung DPR RI, Jakarta. | Dok

Jakarta, LiputanLIMA.com – Danny Pomanto menilai, persoalan reklamasi tidak salah. Hal tersebut ia kemukakan lantaran berpijak pada teori ‘sea level rise’ tahun 2011. Menurutnya, naiknya air laut akan menimbulkan kota jadi terendam.

“Maka salah satu konsep pencegahannya yakni dengan melakukan reklamasi. Justru, korupsi dalam reklamasi itulah yang sangat berbahaya,” ujarnya ketika menghadiri diskusi yang bertajuk Reklamasi Ekonomis Versus Ekologis” yang diselenggarakan oleh PB HMI Pusat di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (10/5/2016).

Menurutnya, untuk mencegah hal tersebut, maka seharusnya proses reklamasi dilakukan oleh negara atau pemerintah dan diserahkan kepada pihak swasta, bukan sepenuhnya dikerjakan oleh pihak swasta yang hanya merauk keuntungan semata.

“Hal tersebut bisa mengakibatkan ‘fishing ground’ serta ‘sea wall’ yang akan dikerjakan aksesnya sangat tertutup,” ujarnya lagi,

Melalui akun sosialnya, ia memaparkan bahwa hal tersebut telah berhasil dilakukan oleh negara Singapura dan juga telah dilakukan oleh Kota Makassar saat melakukan reklamasi di Pantai Losari sepanjang 900 meter dan terbukti konsep Ruang Terbuka Hijau (RTH) melebihi standar nasional, yakni 50 persen RTH.

(Suryani Musi)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *