Layakkah Makassar Masuk Kawasan Pertahanan Negara?

Makassar-City

Salah seorang yang berdiri dalam latar City of Makassar | Int

Makassar, LiputanLIMA.com – Kepala Sekolah Staf dan Komando TNI angkatan laut, Kolonel Laut Sunarno Adi menyebut kota Makassar sangat potensial untuk ditunjuk sebagai kawasan pertahanan negara untuk Indonesia.

Dengan perkembangan sistem Smart City yang terus dibangun oleh pemkot Makassar, menurut Sunarno sangat ideal dan memenuhi berbagai perangkat yang dibutuhkan.

“ Kami memantau perkembangan kota Makassar dan melihat sistem smart city yang saat ini tengah di bangun di kota ini. Dari semua aspek yang di butuhkan, Makassar sangat layak untuk dijadikan sebagai kawasan pertahanan di tanah air “ ujar Sunarno Adi usai memantau kondisi dan perangkat yang di miliki Makassar War Room yang terletak di lantai sepuluh gedung Balaikota Makassar, Selasa ( 10/5/2015 ).

Sunarno datang khusus ke kota Makassar bersama puluhan calon – calon perwira angkatan laut yang tengah dididik di Sekolah Staf dan Komando TNI angkatan laut, Jakarta.

“Kami memang sengaja ke Makassar untuk melihat pesatnya sistem pelayanan dengan pendekatan teknologinya. Kota Makassar ini sudah memiliki sistem yang terintegrasi. Dari apa yang kami lihat, dan juga penjelasan dari Pak walikota tadi kami memiliki banyak keunggulan, jadi bukan hanya dari sisi ekonomi yang sedang berkembang, tapi ini juga sangat strategis dan cocok dengan standar pertahanan yang dibutuhkan sebuah kawasan pertahanan sebuah negara. Apalagi pendekatan teknologinya juga sudah maju, termasuk apa yang kami lihat di War Room-nya “ lanjutnya.

Sementara itu, Walikota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto saat berbicara di depan siswa Sekolah Staf dan Komando TNI angkatan laut, banyak memperlihatkan program – program pemkot Makassar yang saat tengah berjalan.

“ Ada banyak prioritas yang sedang kami bangun di kota Makassar, mulai dari kebersihan, kesehatan termasuk juga pendidikan. Contohnya kebersihan, hal yang paling utama adalah membangun karakter dan budaya bersih dengan memperkenalkan Lisa (Lihat sampah Ambil ) yang sekarang sudah populer di masyarakat.

Sistem persampahan juga kita bangun dengan lebih modern, mulai dari infrastruktur seperti mobil sampah Tangkasa’ki, kantong sampah plastik yang di bagi langsung ke rumah – warga dengan empat model pemilahan sampah, termasuk juga pembangunan TPA bintang lima “ ujar Danny Pomanto.

Pada kesempatan ini, Walikota berlatarbelakang arsitek ini menunjukkan kemampuan CCTV kota Makassar yang meski jumlahnya baru 69 buah, namun sudah mampu dimanfaatkan untuk mencegah sejumlah peristiwa kriminal, asusila di tempat umum, termasuk juga merekam kecelakaan lalu lintas yang banyak membantu pihak kepolisian.

(Ahmad/Suryani Musi)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *