Innalillah, Dunia Medis Bulukumba Berduka. Netizen Banjir Doa Untuk dr. Husain Husni

dr

Almarhum dr Husain Husni | Dok

Bulukumba, LiputanLIMA.com – Innalilahi wainailayhi rojiun. Pemilik klinik As-Syifa sekaligus dokter ahli syaraf RSUD Sultan Daeng Radja, dr Husain Husni berpulang ke pangkuan ilahi, Jumat (13/5/2016) subuh tadi.

Informasi yang dihimpun, dokter Husain Husni, mengalami kecelakaan hebat di daerah Tanetea, Bantaeng, saat hendak menuju kota Makassar. Mobil Toyota Innova yang dikemudikannya mengalami kerusakan yang luar bisa dan ringsek pada beberapa bagian. Dokter Husain Husni mengalami luka dibeberapa bagian tubuhnya.

Kepergian dr Husain Husni, mengundang tangis dan sedih serta rasa belum percaya dari banyak warga. Termasuk pengguna sosial media.

“Ini membuktikan kalau beliau orang baik suka menolong dan bukan sekedar dokter. Ada sekitar 100-an teman BBM saja yang memasang status innalillah untuk dr Husain Husni, itu karena mereka merasa kehilangan,” ujar Vivi, yang juga Staf Ahli Fraksi Gerindra.

Hadollia, yang berprofesi sebagai guru juga mengaku terpukul kabar meninggalnya dr Husain Husni. Dia menceritakan, kalau dr Husain Husni adalah orang yang ramah, suka menolong dan humoris.

“Saya ini kan pasiennya, kalau ada masalah soal rujukan atau soal lainya, beliau selalu bantu. Bahkan waktu saya dirujuk ke Wahidin, beliau datang lagi ke saya berikan semangat dan motivasi untuk sembuh. Dia terlalu baik,semoga surga untuknya. Amin,” cerita Guru SD ini.

(Adi Rahmatullah)

2 Comments

Gregory Wiyatno

kami crew Cathlab RS. Awal Bros Makassar turut berduka dan merasa kehilangan salah satu sahabat kami. selamat jalan dokter Uchenk (panggilan dr. Husain Husni) semoga Allah SWT melapangkan jalan mu, teriring salam dan doa kami untuk mu.

Reply
Basyir alias Alfian Efraim Jakub Mintje

Innalillahi wa inna ilahi roji’un,… Sedikit koreksi atas tulisan diatas, Kalo yg mengemudikan Mobil tersebut bukanlah Almarhum, tetapi Adik kandung Almarhum sendiri yg dimana kondisi adiknya dlm keadaan baik2, Almarhum berada di kursi samping adiknya dlm keadaan tidur, kecelakaan tunggal yg kami yakini adalah atas kehendak Allah yg Maha Kuasa. Mobil berlari normal sekitar 80km/jam hanya saja kondisi Jalan licin krn hujan, .. Banyak Sahabat Dan saudara tdk menyangka nmun inilah kehendak Allah, kami Sangat sayang kepada Beliau, tetapi Allah lebih sayang lagi kepada beliau. Almarhum adalah seorang Dai Allah yg profesi sampingannya adalah Dokter,.. Itu lah yg Sy lihat dri sosok beliau.

Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *