Hadirkan Saksi Fakta Kasus CPI, Pengacara: Jangan Disumpah!

mengucapkan-sumpah-ilustrasi-_120525141640-729

Ilustrasi mengucapkan sumpah | Int

Makassar, LiputanLIMA.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan (Sulsel), dipegang oleh Syahrul Yasin Lipmpo sebagai gubernur, sedang disidangkan kasusnya di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jalan Raya Pendidikan, Makassar.

Kasus tersebut terkait reklamasi, untuk Central Point of Indonesia (CPI) di sebelah barat Makassar, saat ini sementara dikerjakan oleh pemprov dan sedang dalam gugatan Wadah Lingkungan Hidup (Walhi). Dalam sidang melalui kuasa hukumnya, menghadirkan tiga saksi dalam sidang saksi fakta, Selasa (17/5/2016).

Sementara proses persidangan sedang berlangsung, penggugat dari Wadah Lingkungan Hidup (Walhi) yang didampingi oleh Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Makassar, sebagai kuasa hukumnya. Saat ketiga orang saksi usai ditanya identitasnya oleh majelis hakim, majelis memenggil seorang rohaniawan untuk ketiga saksi disumpah.

Saat kedua orang saksi Islam berdiri bermaksud untuk disumpah, tiba-tiba kuasa hukum Walhi meminta meminta izin kepada majelis dan meminta untuk ketiga saksi satu saksi beragama nomuslim, karena menurut mereka saksi yang dihadirkan tergugat orang dari Pemprov sendiri yang memiliki hubungan hierarki.

Kuasa hukum Walhi, Edy bersama tiga orang temannya menggugat saksi fakta, lantaran ketiga saksi orang dari pemprov semua.

“Kami di sini meminta kepada majelis agar ketiga saksi untuk tidak disumpah, karena ketiga ini semuanya memiliki hubungan hukum dengan pemprov,” pinta salah seorang kuasa hukum Walhi.

(Saifullah/Suryani Musi)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *