Setya Novanto Ketua Umum, Ini Kata Jokowi di Korsel

091128500_1418262996-Busan.jpg_jokowi

Presiden Joko Widodo ketika sampai di Busan, Korsel | Int

Korsel, LiputanLIMA.com – Terpilihnya mantan Ketua DPR-RI Setya Novanto, sebagai Ketua Umum baru menggantikan Aburizal Bakrie (Ical), tetap mendapat dukungan dari Presiden Joko Widodo meskipun sedang melakukan kunjungan kenegaraan ke Korea Selatan (Korsel) sejak Minggu (16/5) lalu.

Jokowi menegaskan,  pemilihan Ketua Umum dalam Munaslub itu merupakan wilayah Partai Golkar. Siapapun yang terpilih, sudah merupakan pilihan dari yang memiliki hak suara, baik DPP, DPD, maupun di organisasi massa (ormas)-nya.

“Semuanya kita hormati pilihan-pilihan yang sudah mereka lakukan,” kata Presiden Jokowi kepada wartawan, di Seoul, Korsel, Selasa (17/5/2016) siang.

Saat ditanya wartawan apakah dengan demikian pemerintah akan segera mengakomodir hasil Munaslub Partai Golkar itu, Jokowi mengatakan, belum sampai ke sana. “Itu belum bicara,” ujarnya.

Sementara soal disebarkannya permintaan tidak rangkap jabatan sebagai salah satu syarat calon Ketua Umum Partai Golkar yang disampaikan oleh Menko Polhukam Luhut B. Pandjaitan, Presiden Jokowi mengingatkan apa yang sudah disampaikannya saat pembukaan Munaslub itu, Sabtu (15/5/2016) malam.

“Kan sudah saya sampaikan jelas-jelas di dalam pembukaan Munaslub, bahwa silakan Pak Luhut ngumpulin DPD, Pak Jusuf Kalla (JK) juga silakan. Karena apa, karena beliau-beliau memang di Dewan Pertimbangan (Wantim) Golkar, Pak JK dulu Ketua Umum Golkar, ya enggak apa-apa. Sudah saya sampaikan, Istana ada dimana kan sudah jelas itu. Enggak usaha saya ulang-ulang,” tegas Jokowi

(*/Suryani Musi)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *