Selain di Bantaeng, Guru SMP Selayar ini Juga Dipenjara

Ilustrasi | Int

Ilustrasi | Int

Makassar, LiputanLIMA.com – Dunia pendidikan kembali berduka, setelah beberapa hari terakhir ini masyarakat Sulawesi Selatan dihebohkan dengan kasus guru yang mencubit siswanya di SMP 1 Bantaeng, kini muncul lagi kasus baru.

Kali ini, seorang guru di SMPN 3 Benteng di Kabupaten Selayar harus dipenjara karena menempeleng seorang siswa.

Kepada LiputanLIMA Muliyati Mastura Yusuf menceritakan kasus yang menimpa adiknya itu.

“Pada tanggal 24 februari 2016, adik saya Muh. Arsal, guru SMPN 3 Benteng Selayar, menempeleng siswanya, Muh. Israq, siswa SMPN 3 Benteng, siswa tersebut ditempeleng karena ribut saat orang sedang menunaikan ibadah salat duhur di Mushola sekolah tersebut,” terangnya, Jumat (20/5/2016).

“Persoalan ini oleh pihak sekolah, keluarga, kerabat, berusaha didamaikan. Tetapi orangtua Israq (Misbahuddin) tidak mau memaafkan, tidak mau berdamai, dan langsung lapor ke polisi,” ceritanya lagi.

Muliyati menambahkan bahwa, Misbahuddin menolak berdamai, sehingga Muh Arsal pun ditahan di Polres Selayar selama 20 hari. Lepas dari tahanan polres, Muh Arsal lalu digiring ke Lembaga Pemasyarakatan (LP).

“Kami sangat menyesalkan kejadian ini, hanya untuk kebaikan anak tersebut, kok bisa sampai ke meja hijau,” keluh Muliyati.

(Asrul)

2 Comments

Saidang

GURU NAN MALANG
Ramai-ramai orang menyalahkan guru, membuat guru tidak bisa berbuat banyak untuk pendidikan anak bangsa. Sebagian guru saat ini tidak akan menindaki anak sekolah yang didapati melanggar di sekolah karena kasus-kasus seperti ini. Jangankan dicubit, disentuh juga tidak karena takut dianggap melanggar HAM. Sehingga fenomena semakin maraknya siswa yang membandel semakin tidak terbendung.
PGRI sebagai organisasi Profesi Guru harus mengambil tindakan penyelamatan terhadap hak-hak guru di sekolah. tindakan tersebut salah satunya adalah dengan mendorong penerbitan payung hukum guru yang mengajar di sekolah. Guru jangan hanya diberikan beban kewajiban yang berlebihan, tetapi lindungi juga tindakan mereka sepanjang untuk kepentingan pendidikan.

Reply
yudi

itulah salah 1 dari ortu murid yg tdk punya SDM dan orang yg tdk mau anaknya menjadi baik dan tdk punya rs hormat dan rs terimah kasih sm guru,q dulu di pukul sm guru pake kayu tp kita tau itu untuk kebaikan kita sendiri,dan klu kita lapor sm ortu kita justru kita,lbh di siksa lagi sm ortu atas perbuatan kita sendiri krn kekurang ajaran yg kita perbuat,jd sebaiknya anak bapak itu di keluarkan sj dr sekolah,karena anaknya tdk mau di didik oleh guru krn perbuatanya itu, biar dia cari sekolah yg mau menerimannya,karena dia sendiri melanggar tata tertib sekolah dan norma norma dalam keagamaan dan itu sdh pelanggaran besar pabila kita mau tegaskan itu,semoga bapak arsal,di beri ketabahan dan kesabaran ats musibah yg menimpanya……..mari kita sadari wahai para orang tua bahwa guru itu sangat besar jasanya bagi kita dan negara ini oleh karena itu jangan menambah beban mereka dalam kehidupannya,tanpa seorang guru kita bukan apa2, jasa mereka hanya di hargai dengan rendah namun mereka tetap mengajar dengan ikhlas…….

Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *