Perkenalan Spanyol dengan Budaya Makassar

Dok

Dok

Makassar, LiputanLIMA.com – Delegasi Makassar yang membawa misi kebudayaan dan pariwisata ke negeri Matador di kota Valencia. Mereka disambut oleh Duta Besar RI untuk Spanyol, Yuli Mumpuni.

Delegasi Makassar dipimpin oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kadis Parekraf), Rusmayani Madjid tiba di Madrid pada Pukul 04.00 sore waktu setempat setelah menempuh perjalanan udara selama kurang lebih 15 jam.

Tiba di Madrid, rombongan yang menyertakan Ketua DPRD, Farouk M. Betta, Wakil Ketua DPRD, Adi Rasyid Ali, Kadis Pariwisata, Rusmayani Majid, Asisten III kota Makassar, Gani Sirman dan Tim Pendamping Pemkot Makassar Aspian Noor Masrie menuju kota Valencia lewat jalur darat dengan menggunakan bus.

Lawatan misi kebudayaan dan pariwisata Makassar ke negeri matador sekaitan dengan Bazar Solidario Indonesia bertema Makassar Day yang dihelat oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Spanyol dan pemerintah setempat untuk memperkenalkan budaya Indonesia khususnya Makassar kepada masyarakat setempat yang berlangsung selama dua hari, 4 sampai 5 Juni di Madrid, Spanyol.

Mengawali Makassar Day, digelar seminar promosi investasi di sektor infrastruktur maritim dan pariwisata mulai Sabtu, 28 Mei yang digelar di empat kota, yakni Madrid, Vigo, Las Palmas, dan Valencia.

Kadis Parekraf, Rusmayani Madjid menyampaikan Makassar sebagai host pada Bazar Solidario Indonesia akan menampilkan berbagai potensiĀ  pariwisata dan kebudayaan yang diharapkan dapat mendongkrak kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke kota Anging Mamiri.

“Selama dua hari kita akan mengeksplorasi potensi pariwisata dan kebudayaan Makassar baik wisata bahari, sejarah, kuliner maupun seni dan budaya,” jelas Rusmayani.

Di arena bazar, pengunjung dapat mencicipi langsung sepuluh ikon kuliner Makassar, semisal coto, konro, songkolo, pisang ijo, dan pisang epe. Mereka juga dapat menyaksikan demonstrasi cara memasaknya.

Sementara itu, Kabag Humas Pemkot (Pemerintah kota) Makassar yang menyertai rombongan menyampaikan lewat bazar selama dua hari, Pemkot ingin memperkenalkan lebih dekat budaya lain Makassar, seperti lontara, baju bodo, dan paraga kepada pengunjung.

“Harapannya, kita dapat menjual potensi pariwisata dan kebudayaan kita sehingga menarik minat wisatawan untuk berkunjung sekaligus menggaet investor asing untuk menanamkan modalnya di bidang infrastruktur kemaritiman,” ungkap Firman melalui pesan Whatsapp, Selasa (1/6/2016).

Sebelumnya, KBRI di Spanyol pernah menggelar event serupa yang menampilkan budaya Betawi, dan tahun 2016 pilihan jatuh ke Makassar karena kota ini dinilai memiliki potensi wisata dan peluang investasi di sektor infrastruktur kemaritiman yang menjanjikan dan layak untuk dikembangkan.

(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *