Dituding Lalai Jaga Keamanan, Begini Curhat Security UIN

UIN Alauddin | IntUIN Alauddin | Int

Makassar, LiputanLIMA.com – Baru-baru ini dua mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar kehilangan motor yang terparkir di Fakultas Ilmu Kesehatan.

Sejumlah kalangan mengkritisi kinerja security (keamanan) yang dianggap tidak bertanggung jawab dalam menjaga keamanan kampus terutama kasus pencurian.

Tidak terima atas tudingan tersebut, salah seorang security, Syarifuddin memberikan penjelasan terkait maraknya kasus pencurian yang terjadi pada Kampus Peradaban tersebut melalui akun facebooknya dengan akun @Komandan Syarif seperti berikut ini :

Assalamu Alaikum Wr.wb
Ijin buat teman2 dan para pejabat UIN Alauddin Mks Agar segala kejadian di kampus masalah pencurian dri Tahun ketahun jgan terll memojokkan kami keamanan kampus.

Turunki di lapangan liat kenyataan apa kami tdk bekerja, tpi berulang kli kita usulkan di pertemuan tata perparkiran pintu2 luban tikus di kampus dittup.

Pake aturan yg baku dlm hal ini tdk bisa melanggar, siapapun aturan dlm kampus seklipun itu pejabat jgan asal bicara tampa liat kenyataan nyata dilapangan bagaimna penderitaan kami di keamanan.

Selma 11 thn mengabdi blum pernah ada terpenuhi apa kebutuhan kami di lapangan bgaimna mau eksis klau apa yg dibutuhkan tdk pernah direalisasi. Selalu anggaran ntuk Satpam tidak ada Uang ntuk peruntukan itu.

Dan buat pejabat yg mau pihak ke 3kan Satpam ini jam ini menit saya tunggu realisasi dan ingat Cleni Cevice di pihak ketigan kampus semakin kotor dan jorok.

Buat teman2 security agar ttp semangat bekerja menjlnkan tugas yg baik walaupun di mata pimpinan menganggap kita patung dan tdk mempercayai kita.

kita ttp do’akan mereka agar panjang umur dan di mudahkan rezkinya krn do’a seorg yg terhanianya pasti terkabulkan krn pada hakekatx hampir semua Birokrasi kampus tdk senang lgi liat Satpam buktix tiap ada motor hilang lgi2 salah satpam.

Hewan ternak masuk kampus kelalaian Satpam, Penjua liar Masuk lagi lagi satpam ada apa? sementara dlm ruanga /gedung di bobol tdk pernah di besar2kan.

Beberapa kasus di kampus pencurian dlm gedung sll laporan di cabut atau pihak kampus tdk mau melapor ada apa sementara kasus terbesar penyerobotan tanah oleh masyarakat sampai saat ini tdk ada kejelasan ntuk dtang menggugat itu juga ada apa.

(Asrul)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *