Syukuran HUT, TNI Harus Mengabdi Pada Masyarakat

Pangdam VII/Wirabuana Mayjed TNI Agus SB, sedang menyaksikan rangkaian acara HUT ke-66 Kodam VII/Wirabuana dilapangan upacara Makodam, jalan Uripsumaharjo, Makassar, Senin (20/6/2016) | Dok

Pangdam VII/Wirabuana Mayjed TNI Agus SB, sedang menyaksikan rangkaian acara HUT ke-66 Kodam VII/Wirabuana dilapangan upacara Makodam, jalan Uripsumaharjo, Makassar, Senin (20/6/2016) | Dok

Makassar, LiputanLIMA.com – Dalam rangka memeringati hari ulang tahun ke-66 Komando Daerah Militer (Kodam) VII/Wirabuana gelar acara buka bersama, dilaksanakan di lapangan upacara, Markasnya, jalan urip sumaharjo, Makassar, Senin (20/6/2016).

Panglima Daerah Militer (Pangdam) VII Wirabuana Mayjen TNI Agus SB mengatakan, Tentara Nasional Indonesia (TNI) harus selalu mengedepankan pengabdian kepada Negara dan berkorban untuk kepentingan bangsa.

“Kalau TNI tidak mau mengabdi kepada masyarakat, maka tidak usah menjadi TNI, apalagi prajurit Kodam VII Wirabuana,” tegas Agus SB didepan Gubernur Sulawesi Selatan dan Wali kota Makassar serta beberapa tamu udangan lainnya.

Dirgahayu ke-66 Kodam VII/Wirabuana bertepatan pada hari ke-15 Ramadan ini, pihaknya sangat bersyukur, karena menurutn Agus SB, hal tersebut memiliki nilai yang mendalam yang mesti dimaknai sebagai bulan penuh magfirah.

Diharapkan ini bisa menjadi salah satu sarana yang efektif untuk menumbuhkan rasa kebersamaan dan soliditas, serta meningkatkan kebanggaan terhadap satuan, yang pada akhirnya dapat terwujud kecintaan terhadap tugas-tugas yang diberikan oleh Negara.

“Kita sangat bersyujur, di usia ke-66 Kodam VII/Wirabuana ini bersinergitas dengan spritual dan taktik, sehingga dituntut untuk bisa lebih meningkatkan kecerdasan para prajurit,” harapnya saat memberikan sambutan.

Dengan demikian, melalui acara syukuran ini, lanjutnya, para prajurit Kodam VII/Wirabuana diharapkan semakin profesional terhadap tugas pokok yang diberikan dan semakin mampu menyelesaikan berbagai permasalahan yang dihadapi.

Pelaksanaan syukuran kali ini sengaja dilaksanakan secara sederhana di lapangan Makodam, dengan maksud agar lebih mempererat jalinan kebersamaan, sinergitas, kekompakan dan soliditas diantara sesama prajurit Kodam VII/Wirabuana. Soliditas yang mantap mutlak diperlukan bagi prajurit, terutama dalam menjalankan berbagai penugasan di lapangan, sehingga terwujud kesamaan sikap dan langkah dalam upaya mengatasi setiap permasalahan yang terjadi.

Selama 66 tahun pengabdiannya, Kodam VII/Wirabuana telah tumbuh dan berkembang secara dinamis dengan ditandai karya nyata maupun keberhasilan yang semakin membanggakan.

“Dalam satu tahun terakhir kita telah mampu meraih berbagai keberhasilan yang cukup membanggakan, baik dari aspek pembinaan satuan, kesejahteraan personel, peningkatan profesionalisme maupun keberhasilan dalam berbagai tugas,” bebernya.

Namun demikian, kata Agus, pihaknya harus menyadari bahwa banyak hal yang masih perlu dibenahi dan disempurnakan, terutama dalam hal peningkatan kemampuan dan peningkatan disiplin prajurit. Karena dua hal ini, merupakan faktor penting yang sangat berpengaruh pada optimalisasi keberhasilan tugas pokok Kodam VII/Wirabuana.

Oleh karena itu, melalui kegiatan ini, kiranya dapat dijadikan sumber kekuatan dan motivasi bagi segenap prajurit Kodam VII/Wirabuana untuk memperkuat komitmen dan tekad, sehingga pelaksanaan tugas-tugas kedepan akan semakin lebih baik dan dapat memberikan kontribusi yang besar, baik bagi TNI maupun bagi bangsa dan negara tercinta.

“Saya berharap semoga para prajurit dan Pegawai Negeri Sipil Kodam VII/Wirabuana, mampu mengambil hikmah positif dari pelaksanaan kegiatan ini, sekaligus sebagai ungkapan rasa syukur kita kepada Tuhan Yang Maha Esa dan sebagai wujud kecintaan kita kepada Kodam VII/Wirabuana yang sangat kita banggakan,” harapnya diakhir.

Acara tersebut, dihadiri Gubernur dan unsur FKPD Provinsi Sulsel, para Sesepuh Kodam VII/Wirabuana, para Pangkotama dan Kapolda Sulsel, Pangkosek Hanudnas II, Kasdam VII/Wirabuana, Danlanud Sultan Hasanuddin dan Kaskoopsau II, Ketua DPRD Sulsel dan Kabinda Sulsel, Ketua dan segenap Pengurus Persit Kartika Chandra Kirana Daerah VII/Wirabuana, Irdam, Danrindam, para Asisten, Perwira Ahli, Perwira LO, para Kabalak dan para Komandan Satuan, Wali Kota Makassar, para Pimpinan Perguruan Tinggi dan para Kepala Dinas jajaran Provinsi Sulawesi Selatan serta beberapa dari pimpinan media, baik media cetak maupun elektronik.

(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *