Jaga Nama Barru, Ini Pesan Idris Syukur

Andi Idris Syukur, dok LiputanLIMA

Andi Idris Syukur | Ist

Barru, LiputanLIMA.com – Perhatian Bupati Barru Andi Idris Syukur ke warganya yang merantau patut dicontoh. Di tengah kesibukannya, ia tetap memberi perhatian di momentum lebaran tahun ini.

Melalui status di akun facebooknya, kandidat doktor pembangunan di Universitas Brawijaya, Malang itu, menitip pesan kepada masyarakat yang ingin kembali ke tanah rantauan.

“Selamat berkumpul bersama keluarga. Idi silessurengku sibawa anak-anakku yang balik ke tanah rantau, salama’ki lettu kampongna tauwwe. (Kepada saudaraku dan anak-anakku yang balik ke tanah rantau, selamat sampai tujuan),” pesannya, seperti dikutip di facebook Idris, Minggu (10/7/2016).

Di pesan tersebut, bupati yang sukses menjadikan Barru sebagai daerah tujuan investasi ekonomi masa depan, menitip harapan, agar warga yang merantau hendaknya menjaga nama baik Barru.

“Tajagai asenna tau Berrue dih. Ajja to sipekka-pekka. Attunru-tunru ki jamai jama-jamatta. (Jaga nama baik Barru. Jangan saling bermusuhan. Rajin dan semangatlah mengerjakan setiap pekerjaannya,” tambah bupati dua periode ini.

Selain itu, Idris juga mengingatkan kepada perantau untuk tidak lupa terhadap kampung halaman. Sebab, sesukses apapun di tanah rantau, tetap kampung halaman mesti diperhatikan bersama.

“Janganki juga lupa kampung halaman ta. Lesuki mae paemeng siuju rupa sibawa keluarga dan si kampong ta. Salam hangat untuk keluarga ta semua. Salama’ki tapada salama’,” imbaunya yang pesannya kurang lebih mengajak kembali ke kampung halaman, dan menjaga silaturahmi.

Pesan yang sama sempat disampaikan Idris saat membuka Musyawarah Besar Kerukunan Keluarga Barru di Makassar, belum lama ini yang mengajak para putra-putri terbaik Barru yang sukses di rantau agar pulang kampung bangun kampung halaman.

Untuk diketahui, sebagian masyarakat di Barru, sejak dulu dikenal banyak merantau ke berbagai wilayah di Indonesia. Seperti di Kalimantan, Sulawesi, Papua, Jakarta, Riau, Batam. Bahkan ke Malaysia.

Sebagian yang merantau, mencatatkan kesuksesan. Tidak jarang diantara mereka menjadi tokoh di wilayah tersebut, termasuk menjadi pemuka agama.

(Rilis)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *